TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kota Tual menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak secara nasional melalui Zoom Meeting dengan tema Hari Pangan Serentak (HPS), Jumat (13/02/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di Baileo Taman Kota Tual.
Wawali Tual Amir Rumra mewakili Wali kota Akhmad Yani Renuat, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan juga Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait dan mitra Pemkot Tual juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Tampak antusiasme masyarakat sangat tinggi, sejak pagi antrian mengular hanya untuk mendapatkan sembako dengan harga subsidi.
Berdasarkan pantauan Jendelamaluku.com, telur menjadi primadona bagi emak-emak yang mengantri sejak pagi.
Dalam waktu setengah jam, telur yang disediakan langsung habis terjual demikian juga dengan komoditas holtikultura seperti bawang, cabai dan sayuran segar.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati tahun baru Imlek juga menjelang bulan ramadan, dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia,” ujar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual Darnawati Amir.
Darnawati memaparkan, gerakan pangan murah hari ini disponsori oleh delapan vendor, baik di dalam pasar maupun di luar pasar.
“Sedikit berbeda kali ini sumber pembiayaan bukan dadi APBD tapi dari donasi CSR PT Nindya Karya yang menangani proyek pembangunan sekolah rakyat menyusul dari PT Adhi Karya (KNMP) dan BPDM karena mereka sudah berkomitmen membantu Pemkot Tual lewat dana support sosial,” ujarnya.
Sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar.
Telur per rak Rp. 60 ribu, Beras SPHP dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp. 60.000 per 5 kilo, Beras Ramos Rp. 75 ribu per 5 Kilo, Beras Mawar Merah Rp. 190 ribu per 15 kilo.
Komoditas lain yang tersedia antara lain gula pasir Rp. 15 ribu per kilo, Minyak Kita Rp. 15 ribu per liter, Terigu Kompas Rp. 10 ribu per kilo.
Untuk komoditas hortikultura, cabai dijual Rp. 75 ribu per kilo, bawang merah Rp. 40 ribu, Bawang Putih Rp. 30 ribu per kilo,
Melalui Zoom Meeting nasional, Menteri Pangan RI juga menyampaikan pesan agar harga sembako tidak mengalami lonjakan yang signifikan dan tetap sesuai standar kementerian, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur menjadi perhatian utama agar tidak membebani masyarakat.
Pemerintah Kota Tual mengajak masyarakat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah untuk berbelanja hemat sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.







