MASOHI, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan investasi strategis dan pariwisata unggulan.
Hal ini menjadi fokus dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Aula Baplitbangda, Kamis (9/4/2026).
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir menegaskan, agenda prioritas pembangunan daerah diarahkan untuk mendorong investasi bernilai tinggi, meningkatkan pendapatan asli daerah, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Kita ingin memastikan pembangunan Maluku Tengah 2025–2029 memberi dampak ekonomi nyata. Pengembangan pariwisata dan hilirisasi komoditas unggulan akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Zulkarnain.
Beberapa program prioritas yang disampaikan Bupati dalam forum ini antara lain:
- Pengembangan kawasan pariwisata Banda sebagai destinasi kelas dunia.
- Hilirisasi kelapa dan pala di Teluk Elpaputih dengan nilai investasi mencapai Rp640 miliar.
- Pengembangan Kawasan Kota Terpadu Mandiri di Kobi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
- Optimalisasi sektor pariwisata unggulan seperti Natsepa, Pulau Tujuh, Ora Beach, dan Banda untuk meningkatkan PAD.
Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi, termasuk pelabuhan ferry di Teluk Dalam, pasar, terminal, serta revitalisasi fasilitas publik seperti kolam renang Masohi.
“Seluruh program ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Zulkarnain.
Dia menambahkan, Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan dengan kemampuan fiskal daerah, sekaligus memastikan setiap program investasi dan pengembangan ekonomi berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita harus fokus pada proyek yang mampu memberikan multiplier effect bagi ekonomi daerah, sekaligus mendorong partisipasi investor lokal dan nasional,” pungkasnya.(*)







