Hal ini, menurut Ivana, menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan toleransi tetap terjaga di Kota Ambon.
“Untuk itu, para panitia menghadirkan peserta dari Tulehu hingga Seith agar turut serta memeriahkan acara ini, guna mempererat tali persaudaraan serta jalinan umat beragama di Kota Ambon,” tambahnya.
Tak hanya peserta, sejumlah tim relawan dari berbagai komunitas pemuda, seperti Pemuda Soabali dan Pemuda Jalan Baru, turut bergabung memeriahkan kegiatan ini.
Sementara itu, semangat peserta terlihat luar biasa.
Salah satunya ditunjukkan oleh regu campuran dari Tulehu.
Lala Siloi dan Dea Wayau, dua peserta dari tim tersebut, mengaku telah berlatih intensif selama tiga minggu sebelum hari perlombaan.
“Walaupun sempat tumbang karena kelelahan dan pingsan saat pelaksanaan lomba dinihari tadi, semangat kami tetap luar biasa,” ujar Lala.
Dea pun menambahkan, partisipasi mereka sebagai warga Muslim merupakan bentuk dukungan terhadap upaya membangun kebersamaan di Ambon.
“Kami berharap pemerintah terus aktif mendukung perayaan seperti ini dan melibatkan seluruh kalangan masyarakat. Ini membangun rasa kedekatan emosional antarumat beragama karena kami bisa langsung terlibat, walaupun kami dari Muslim,” tuturnya.
Perayaan HUT ke-90 AMGPM Daerah Kota Ambon tahun ini tidak hanya menjadi simbol semangat pemuda dan kreativitas, tetapi juga menjadi panggung bagi nilai-nilai toleransi, solidaritas, dan perdamaian yang telah lama menjadi identitas Kota Ambon.







