AMBON, JENDELAMALUKU.COM — Sebanyak 24 anak terdampak stunting di Kelurahan Kuda Mati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Ambon melalui penyaluran bantuan dan penguatan layanan Posyandu.
Bantuan disalurkan langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon, Lisa Wattimena, saat kunjungan kerja di Gedung PTKKI Kuda Mati, Senin (6/10/2026).
“Saya datang bersama Tim Pembina Posyandu dalam rangka menyalurkan bantuan dari Pemerintah Kota Ambon untuk anak terdampak stunting,” ujar Lisa di sela kegiatan.
Selain penyaluran bantuan, Lisa juga meninjau langsung pelaksanaan pelayanan Posyandu di wilayah tersebut. Ia mencatat, 13 Posyandu yang ada di Kelurahan Kuda Mati seluruhnya telah memiliki kader dan menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Lisa. Menurutnya, penerapan 6 SPM penting untuk memperkuat peran Posyandu sebagai layanan dasar yang paling dekat dengan masyarakat.
“Saya berikan apresiasi karena itu harapan kami terkait pelaksanaan 6 SPM,” katanya.
Ia berharap seluruh Posyandu di Kota Ambon dapat menerapkan 6 SPM secara optimal. Posyandu yang masih kekurangan kader diminta segera melengkapi kebutuhan tersebut.
“Harapan saya semua Posyandu di Kota Ambon sudah melaksanakan 6 SPM. Yang belum lengkap kader Posyandunya, ditambah,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Lisa juga mengedukasi masyarakat tentang pencegahan stunting. Ia menekankan, stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga pola asuh dan lingkungan.
“Stunting ini bukan hanya soal makanan, tetapi pola asuh dan lingkungan juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Menurut Lisa, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, orang tua, kader Posyandu, dan masyarakat.
Berdasarkan data Pemkot Ambon, angka stunting di Kota Ambon menunjukkan tren penurunan, dari 279 kasus pada 2025 menjadi 271 kasus per Februari 2026. Sementara di Kelurahan Kuda Mati, 24 anak terdampak masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Dengan keberadaan 13 Posyandu yang telah menjalankan 6 SPM, penguatan layanan di tingkat kelurahan diharapkan mampu meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak dan mencegah stunting sejak dini.







