AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menyoroti masih belum meratanya layanan kesehatan gigi di wilayah Maluku, terutama di daerah terpencil yang menghadapi keterbatasan akses dan tenaga medis.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Amboina Dentistry Scientific Meeting (ADSM) X yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia Maluku serta sejumlah cabang di Ambon, Maluku Tengah, dan Buru, yang berlangsung di Ballroom Lantai 5 Hotel Santika Ambon, Jumat (10/4/2026).
Vanath menegaskan, tantangan sektor kesehatan di Maluku masih cukup kompleks, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga distribusi tenaga kesehatan yang belum merata.
Kondisi ini, menurutnya, berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk layanan kesehatan gigi.
Ia mendorong para dokter gigi untuk tidak hanya berfokus membuka praktik di wilayah perkotaan, tetapi juga bersedia hadir di daerah-daerah yang masih minim layanan kesehatan.
“Wilayah terpencil masih sangat membutuhkan kehadiran tenaga medis, termasuk dokter gigi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vanath juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi dalam menjawab tantangan tersebut.
Ia menyebut kolaborasi sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas sekaligus pemerataan layanan kesehatan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan organisasi profesi seperti PDGI sangat penting agar pelayanan kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai PDGI memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Di akhir sambutannya, Vanath mengapresiasi kepengurusan PDGI Maluku yang baru dilantik dan berharap dapat menjalankan tugas dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.(*)







