AMBON, JENDELAMALUKU .COM —Proyek raksasa Blok Masela di Kepulauan Tanimbar Maluku siap jalan dan menjanjikan ribuan lapangan kerja. Namun di tengah harapan itu, muncul pertanyaan besar: apakah putra-putri Maluku, terutama anak Tanimbar dan MBD, akan kebagian kursi, atau justru hanya menjadi penonton di tanah sendiri?
Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) mulai mempersiapkan putra-putri daerah agar dapat bersaing dalam proyek tersebut, terutama masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD).
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Maluku, Hanny Kakerissa, mengatakan pihaknya telah menyurati Kementerian ESDM melalui surat Gubernur Maluku, dengan tembusan kepada INPEX dan SKK Migas.
Surat tersebut meminta data resmi mengenai jumlah dan jenis jabatan yang dibutuhkan di setiap tahapan proyek, mulai dari konstruksi hingga produksi.
“Data itu penting agar kami tidak sekadar memperkirakan peluang kerja, tetapi bisa menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan nyata perusahaan. Sampai saat ini belum ada balasan. Kami masih menunggu. Ini langkah awal,” kata Hanny, Jumat (9/10).
Sambil menunggu, Disnakertrans terus berkoordinasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon untuk mendorong pelatihan berbasis kompetensi. Koordinasi juga dilakukan dengan lembaga vokasi dan perguruan tinggi yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan industri.
Selain itu, Disnakertrans tengah mendata tenaga kerja di KKT dan MBD, meliputi jumlah, kompetensi, dan keahlian yang dimiliki. Data ini akan menjadi dasar pemetaan potensi sekaligus penentuan jenis pelatihan prioritas.
Terkait rekrutmen, Disnakertrans juga menyoroti proses penerimaan tenaga kerja oleh PT Petrosea, salah satu perusahaan dalam konsorsium pelaksana proyek. Koordinasi diarahkan agar rekrutmen berlangsung transparan dan berkeadilan.
“Kami dorong agar informasi lowongan, persyaratan, dan mekanisme penerimaan disampaikan secara terbuka,” ujarnya.
Bagi warga terdampak, Blok Masela bukan hanya soal industri gas skala besar, tetapi juga harapan terbukanya lapangan kerja dan peningkatan ekonomi lokal.
Karena itu, pemerintah daerah berharap kejelasan kebutuhan perusahaan, keterbukaan informasi lowongan, serta koordinasi efektif dengan pelaksana proyek dapat memastikan putra-putri Maluku tidak hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.







