BeritaMaluku

Tak Kunjung Diperbaiki Pemprov, Warga di Maluku Tenggara Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak

×

Tak Kunjung Diperbaiki Pemprov, Warga di Maluku Tenggara Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak

Sebarkan artikel ini

Maluku

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Jembatan kayu alternatif di Rumadian – Dian, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku, mulai diperbaiki warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (2/10/2026) Pukul 12:30 WIT, nampak puluhan warga bergotong royong membongkar lantai dan rangka jembatan.

Sementara, puluhan kayu disortir untuk menjadi penyangga jembatan.

Dengan menggunakan alat seadanya warga tetap semangat bekerja, membantu konektivitas antara 3 kecamatan dan puluhan Ohoi (Desa).

Inisiatif positif ini diambil warga, lantaran Jembatan Bailey Rumadian-Dian yang ambruk sejak 11 Maret 2025 lalu nihil perhatian dari Pemprov Maluku.

Baja Juga :  Kota Sue Machi di Jepang Tertarik Kerjasama dengan Kota Tual Maluku Tenggara

Walaupun janji perbaikan datang dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Komisi III DPRD Maluku namun hingga kini hanya pemanis tanpa realisasi.

Ironisnya, perbaikan jembatan ini telah disuarakan berbagi tokoh masyarakat, agama hingga OKP namun tetap nihil perhatian pemprov Maluku.

Inisiator perbaikan jembatan, Doris Watratan (60) mengatakan, langkah ini diambil karena prihatin dengan warga yang memutar jalan terlalu jauh.

“Selama belum ada jembatan alternatif ini. Warga kerap melintasi jalan poros bandara, resiko keamanan begal dan rampok cukup tinggi, jadi kami berusaha
Membantu mempermudah konektivitas,” ujarnya.

Watratan menjelaskan, jembatan kayu alternatif ini awalnya dibangun pada 6 Desember 2025. Saat ini kembali diganti dan diperbaiki ulang agar menjamin keselamatan penyebrangan.

Baja Juga :  Pertamina Pastikan Distribusi Minyak Tanah Bersubsidi di Jayawijaya Kembali Normal

“Perbaikan ini melibatkan seluruh warga Ohoi Rumadian dibantu sebagian Warga Dian dan Ohoi Tetangga Debut,” kata dia.

Menurutnya, rentan waktu perbaikan diperkirakan memakan waktu kurang lebih satu pekan.

“Kami masyarakat Rumadian mengimbau para pengguna akses jembatan darurat, agar sementara menggunakan jalur jalan poros bandara hingga proses perbaikan selesai,” pungkasnya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM