JENDELAMALUKU.COM – Piala Afrika Wanita 2026 (WAFCON) siap bergulir dengan melibatkan 16 tim nasional. Selain merebutkan mahkota ratu sepak bola benua Afrika, turnamen ini juga menjadi ajang pertaruhan tiket menuju Piala Dunia Wanita 2027.
Setelah sempat tertunda, kompetisi yang berlangsung di Maroko ini akan resmi dibuka pada hari Minggu, empat bulan dari jadwal semula.
Nigeria datang dengan misi mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun lalu.
Namun, langkah mereka tidak akan mudah mengingat Ghana, Zambia, dan sang tuan rumah Maroko juga masuk dalam jajaran tim favorit.
Turnamen ini dipastikan bakal menyajikan deretan aksi kelas dunia. Sejumlah bintang papan atas siap tampil, mulai dari duet maut asal Zambia, Racheal Kundananji dan Barbra Banda, andalan Nigeria Rasheedat Ajibade, hingga Chawinga bersaudara (Tabitha dan Temwa) dari Malawi.
Berikut adalah semua hal yang perlu Anda ketahui tentang WAFCON 2026:
Kapan WAFCON Dimulai dan Kapan Partai Final Digelar?
Piala Afrika Wanita 2026 yang digelar oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) ini akan dimulai pada hari Minggu.
Laga pembuka menyajikan duel Aljazair melawan Senegal, disusul pertarungan tuan rumah Maroko menghadapi Kenya di hari yang sama.
Partai puncak akan berlangsung pada 16 Agustus di Rabat, sekaligus menjadi penutup dari turnamen yang berjalan selama 22 hari ini.
- Fase Grup: 26 Juli – 6 Agustus
- Perempat Final: 8 dan 9 Agustus
- Semi Final: 12 Agustus
- Perebutan Tempat / Playoff: 13 Agustus
- Final: 16 Agustus
Waktu kick-off pertandingan berada di pukul 17:00 GMT dan 20:00 GMT sepanjang turnamen, kecuali partai final yang akan dimulai pada pukul 19:00 GMT.
WAFCON sejatinya diadakan setiap dua tahun sekali.
Namun, masalah logistik membuat edisi 2024 mundur satu tahun ke bulan Juli 2025, yang berimbas pada makin pendeknya jarak jeda antar-turnamen.
Mengapa WAFCON Sempat Penundaan?
Awalnya, turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret hingga 3 April.
Namun, hanya 12 hari sebelum kick-off, CAF mendadak mengumumkan penundaan karena “keadaan yang tak terduga”.
Meski CAF tidak merinci alasannya, laporan dari agensi berita seperti Reuters menyebutkan bahwa tuan rumah Maroko yang meminta perubahan jadwal tersebut.
Spekulasi mengenai kesiapan Maroko sempat menguat setelah kontroversi di dalam dan luar lapangan mewarnai final Piala Afrika (AFCON) pria pada Januari lalu, di mana Maroko kalah 0-1 dari Senegal di Rabat.
Dua bulan kemudian, CAF menganugerahi Maroko kemenangan WO 3-0 karena beberapa pemain Senegal melakukan aksi mogok dan keluar lapangan sebagai protes atas hukuman penalti.






