InternasionalOlahraga

FIFA Tuding UEFA Lakukan ‘Kampanye Hitam’ Soal Infantino dan Rencana Piala Dunia

×

FIFA Tuding UEFA Lakukan ‘Kampanye Hitam’ Soal Infantino dan Rencana Piala Dunia

Sebarkan artikel ini
5/9/2026 - FIFA
(Courtesy - Reuters)

JENDELAMALUKU.COM – FIFA menuduh UEFA melakukan “kampanye hitam” (smear campaign) dan aksi “pancingan” (fishing expedition) setelah badan pengelola sepak bola Eropa tersebut meminta hakim Amerika Serikat memaksa FIFA menyerahkan dokumen terkait rencana investor Piala Dunia yang gagal.

Rencana kontroversial badan sepak bola dunia tersebut untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor, yang diungkap pada Juli lalu, memicu penolakan besar-besaran di seluruh dunia sepak bola.

UEFA bahkan sempat mengancam akan memboikot Piala Dunia kecuali rencana tersebut dibatalkan.

Meskipun FIFA dengan cepat membatalkan rencana itu akibat gelombang protes, UEFA kini tengah menyiapkan kemungkinan langkah hukum terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino atas tuduhan “kelalaian pengelolaan pidana” (criminal mismanagement).

Pekan lalu, UEFA mengajukan permohonan di tiga negara bagian US untuk menuntut pembukaan dokumen terkait rencana tersebut dari FIFA dan para mitranya, termasuk firma Thrive Capital milik Joshua Kushner yang calon investor utama.

Baja Juga :  Demam Piala Dunia di Maluku Tenggara, Jersey Argentina dan Brasil Jadi Buruan Utama

Jika berhasil mendapatkan akses ke dokumen-dokumen tersebut, UEFA menyatakan berniat mengajukan gugatan hukum di Swiss, dengan mengklaim telah mendapat kepastian bahwa kasus tersebut memenuhi syarat untuk disidangkan di pengadilan Swiss.

Namun, FIFA membalas dengan meminta izin kepada hakim US untuk menentang permohonan UEFA tersebut.

“Meskipun permohonan ini dikemas sebagai berkas hukum lengkap dengan judul dan nomor perkara, isinya tidak lebih dari sekadar siaran pers untuk mendukung kampanye hitam UEFA terhadap FIFA dan kepemimpinannya,” bunyi berkas pembelaan FIFA.

Berkas tersebut menyatakan bahwa UEFA tidak memiliki hak untuk menuntut dokumen internal FIFA karena belum ada proses pidana yang berjalan di Swiss maupun di tempat lain.

Baja Juga :  Ribuan Suporter Ramaikan Konvoi Sambut Piala Dunia 2026 di Tual Maluku Tenggara

Bahkan jika proses hukum tersebut ada, FIFA menilai UEFA tetap tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) karena tidak mengalami kerugian finansial.

FIFA juga menuduh UEFA secara ilegal mengabaikan pengadilan Swiss dan langsung mengajukan permohonan ke pengadilan US.

Pengungkapan dokumen tersebut termasuk korespondensi yang melibatkan Infantino serta personel dan penasihat FIFA lainnya dinilai “akan secara langsung mengancam kepentingan FIFA serta membocorkan informasi sensitif dan rahasia perusahaan.”

UEFA secara terbuka tidak menyembunyikan keinginannya untuk melengserkan Infantino, yang sebelumnya berharap dapat terpilih kembali tanpa oposisi untuk masa jabatan keempat sekaligus terakhirnya pada Maret mendatang setelah gelaran Piala Dunia yang sukses.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM