Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai budaya lokal seperti Pela Gandong, Ale Rasa Beta Rasa, dan semangat saling menopang sebagai fondasi memperkuat kohesi sosial di Kota Ambon.
Di sisi lain, Ely menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan seseorang terhadap agamanya, melainkan bagaimana setiap umat mampu menjalankan keyakinannya secara rukun dan harmonis dengan sesama,” jelasnya.
Melalui dialog tersebut, Pemkot Ambon berharap lahir berbagai rekomendasi dan komitmen bersama yang semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, kedamaian, serta keharmonisan Kota Ambon.
“Semoga melalui dialog ini lahir komitmen bersama yang semakin memperkuat persaudaraan dan menjaga Ambon tetap aman, damai, dan harmonis,” harap Ely.(*)







