Kegiatan bersama Relawan Bakti BUMN juga menjadi sarana bagi PLN untuk memperkenalkan praktik ekonomi sirkular kepada generasi muda.
Para relawan tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan FABA, tetapi juga melihat langsung peluang pemanfaatan material tersebut untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Melalui pengembangan pemanfaatan FABA, PLN berharap material sisa pembangkitan dapat terus dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah PLN membangun proses bisnis yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan listrik, tetapi juga menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Dengan demikian, aktivitas pembangkitan listrik di PLTU Tidore diharapkan tidak berhenti pada produksi energi, tetapi turut membuka peluang inovasi, pemanfaatan material alternatif, serta mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan di wilayah Maluku Utara.(*)







