Maluku

Maluku Jadi Percontohan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Berbasis Toleransi

×

Maluku Jadi Percontohan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Berbasis Toleransi

Sebarkan artikel ini
13/7/026 - LKLB
MALUKU: Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, serta Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, meluncurkan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) berbasis Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB).

Matius mengungkapkan, pelaksanaan Program LKLB di Maluku sejak 2024 mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Bahkan, Maluku didorong menjadi salah satu provinsi model penerapan BSAN berbasis LKLB di Indonesia.

“Pak Menteri (Abdul Mu’ti) mengharapkan agar Maluku menjadi salah satu provinsi dengan sekolah-sekolah model BSAN berbasis LKLB, yaitu di mana penguatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya ikut mewujudkan budaya sekolah aman dan nyaman, menjadi barometer bagi pelaksanaan BSAN di daerah lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyebut praktik pendidikan toleransi yang dikembangkan di Maluku mulai mendapat perhatian internasional. Delegasi dari Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Filipina, telah berkunjung ke Ambon untuk mempelajari implementasi LKLB. Selain itu, pengalaman Maluku juga menarik perhatian UN Alliance of Civilizations di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baja Juga :  Serahkan SK 101 CPNS 2024, Gubernur Maluku: ASN Muda Harus Jadi Motor Inovasi dan Etika Pelayanan Publik

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, mengatakan penerapan BSAN memperkuat praktik baik yang selama ini dibangun melalui Program LKLB untuk Perdamaian di Maluku.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang mampu membentuk karakter peserta didik sekaligus memperkuat sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

“Sekolah harus menjadi ruang yang menumbuhkan karakter, memperkuat toleransi, menghargai keberagaman, serta melahirkan generasi yang mampu hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan,” katanya.

Sarlota menjelaskan, saat ini Maluku telah memiliki delapan sekolah model LKLB yang menjadi laboratorium penguatan karakter dan budaya damai, yakni SMA Kristen Rehoboth Ambon, SMA Al-Hilal Ambon, SMA Kristen Amahai, SMA Muhammadiyah Ambon, SMP Kristen Rehoboth Ambon, SMP Kristen Kusu-Kusu, SMA Negeri 1 Ambon, dan SMP Muhammadiyah Masohi.

Baja Juga :  Misi Dagang Maluku dan Jatim Dimulai, Peluang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Melalui program tersebut, guru dan kepala sekolah dibekali kompetensi kepribadian, komparasi, dan kolaborasi untuk membangun budaya sekolah yang inklusif.

Menurut Sarlota, implementasi LKLB juga mendukung kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) dan Kurikulum Cinta yang tengah dikembangkan pemerintah.

Ia menambahkan, penerapan BSAN berbasis LKLB sangat sesuai dengan karakter Maluku sebagai daerah yang memiliki keberagaman agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

Nilai-nilai orang basudara dan pela gandong diharapkan terus menjadi fondasi dalam membangun pendidikan yang damai, inklusif, dan berorientasi pada persatuan.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM