Maluku Tengah

Harga Bahan Pokok di Pasar Binaya Masohi Naik Jelang Ramadan 2026, Stabil Sejak Natal 2025

×

Harga Bahan Pokok di Pasar Binaya Masohi Naik Jelang Ramadan 2026, Stabil Sejak Natal 2025

Sebarkan artikel ini

Ramadan 2026

17/2/2026 - Pasar Binaya
RAMADAN: Ayam potong dijajal pedagang di Pasar Binaya, Masohi, Maluku Tengah, Selasa (17/2/2026).

AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Sehari menjelang Ramadan 2026, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Binaya, Masohi, Maluku Tengah terpantau masih berada pada level tinggi.

Kenaikan harga ini disebut para pedagang sudah terjadi sejak menjelang Natal 2025 dan belum mengalami perubahan hingga saat ini.

Harga ayam potong yang sebelumnya dijual Rp35.000 per ekor kini berada di angka Rp50.000 per ekor.

Sementara itu, telur ayam dijual Rp70.000 per rak, naik dari harga sebelumnya Rp65.000 per rak.

Untuk komoditas sayuran seperti kentang dan wortel, pedagang mematok harga Rp30.000 per kilogram.

17/2/2026 - Wortel
RAMADAN: Wortel dan Kentang turut naik di Pasar Binaya, Masohi, Maluku Tengah.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Binaya, Rahman (45), mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak momen Natal dan Tahun Baru.

Menurutnya, lonjakan permintaan saat itu membuat harga dari distributor ikut naik.

“Dari sebelum Natal sudah naik. Kami ambil dari pemasok juga sudah mahal, jadi terpaksa jual Rp50.000 per ekor. Sampai sekarang belum turun,” ujarnya kepada JendelaMaluku.com, Selasa (17/2/2026).

Hal senada disampaikan oleh Lina (38), pedagang telur.

Ia mengaku harga Rp70.000 per rak sudah bertahan cukup lama.

“Sebelumnya memang Rp65.000, tapi naik jadi Rp70.000 waktu Natal kemarin. Sampai sekarang masih begitu. Biasanya kalau mau puasa naik lagi, tapi kali ini masih tetap,” katanya.

Untuk komoditas sayur-mayur, harga kentang dan wortel juga terbilang tinggi.

Beberapa pedagang menyebut faktor biaya transportasi dan pasokan dari luar daerah turut memengaruhi harga jual di tingkat pasar.

Di sisi lain, para pembeli mengaku cukup terbebani dengan kondisi harga yang belum juga turun menjelang Ramadan.

Siti (34), warga Masohi yang ditemui saat berbelanja, mengatakan ia harus menyesuaikan anggaran belanja rumah tangga.

“Ayam biasanya beli dua ekor, sekarang paling satu saja. Telur juga dikurangi. Semua serba mahal, jadi harus pintar-pintar atur uang,” tuturnya.

Dia berharap ada penurunan harga dalam waktu dekat.

“Kalau mau puasa biasanya kebutuhan meningkat. Harapannya pemerintah bisa pantau harga supaya tidak makin naik,” katanya.

Meski demikian, aktivitas jual beli di Pasar Binaya tetap ramai oleh warga yang mempersiapkan kebutuhan menyambut Ramadan.

Pedagang dan pembeli sama-sama berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM