MASOHI, JENDELAMALUKU.COM — Yayasan LAPPAN Maluku bersama Fakultas Psikologi UI melalui RoCMHI menggelar sosialisasi Pendidikan Orang Basudara (POB) atau Pendidikan Damai di Aula Kantor Kemenag Kota Masohi.
Kegiatan yang didukung Sasakawa Peace Foundation (SPF) Jepang ini merupakan perluasan penerapan kurikulum POB yang sejak 2024 telah dijalankan di beberapa SMP dan MTs di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.
Kegiatan diikuti oleh 43 peserta yang merupakan perwakilan guru dari berbagai SMP dan MTs di Kabupaten Maluku Tengah, antara lain SMPN 93, SMPN 40, SMPN 68, SMPN 4, SMPN 38, SMPN 14, SMPN 59, SMPN 80, SMP Kristen Haruru, SMP IT Al-Bina Masohi, serta sejumlah MTs seperti MTsN 2, MTsN 5, MTsN 7, MTs Matlaul Anwar, MTs Hidayatullah KM 13, MTs Terpadu Nurul Falah, MTs Al-Hikmah, MTs Al-Hilaal Soahuku, MTs Mambaus Sholihin, dan SMP Muhammadiyah Sepa.
Membangun Sekolah Damai Berbasis Nilai Lokal
Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Kabupaten Maluku Tengah, Bapak Halid Pattisahusiwa, mewakili Bupati Maluku Tengah.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar nilai-nilai Pendidikan Orang Basudara dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran sehari-hari, baik melalui mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, maupun budaya sekolah.
Sementara itu, pengantar kegiatan disampaikan oleh Sherly Saragih Turnip, S.Psi., M.Phil., Ph.D., Psikolog, selaku Ketua RoCMHI Fakultas Psikologi UI, yang menegaskan pentingnya pendidikan damai berbasis kearifan lokal sebagai fondasi pembentukan karakter siswa di Maluku Tengah.
Guru Berbagi Dampak Implementasi Pendidikan Orang Basudara
Sesi utama menghadirkan tiga guru sebagai narasumber yang telah mengimplementasikan Pendidikan Orang Basudara di sekolah masing-masing, yakni Ibu Ivon S. Mahulette, (SMPN 21 Maluku Tengah), Ari Barokah, (MTs Salman Al-Farisi Maluku Tengah), dan Ibu Loami Lasmita Dewi Latuny, (SMPN 7 Maluku Tengah).
Ketiganya berbagi pengalaman tentang perubahan positif di lingkungan sekolah dan peserta didik setelah penerapan nilai-nilai POB.
Sesi ini dimoderatori oleh Baihajar Tualeka, Ketua Yayasan LAPPAN Maluku.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Kemenag
Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Husen Mukadar, memaparkan pentingnya semangat “Gandeng, Gendong, dan Gandong” sebagai filosofi lokal dalam memperkuat nilai-nilai damai di sekolah.
Ia juga menegaskan komitmen dinas untuk mendorong semua sekolah di bawah naungannya mengintegrasikan Pendidikan







