LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Pelayanan kesehatan yang ramah dan tidak berbelit-belit menjadi pengalaman yang dirasakan sejumlah pasien saat berobat di Rumah Sakit Kapal (RSK) dr. Share yang bersandar di Pelabuhan Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.
Kehadiran rumah sakit kapal yang memberikan layanan kesehatan gratis ini menjadi alternatif bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.
Sejak berlabuh pada 8 September hingga dijadwalkan berada di lokasi sampai 8 November 2026, RSK dr. Share telah melayani lebih dari 3.029 pasien berdasarkan rekapitulasi pada awal Oktober.
Pasien yang datang memiliki beragam keluhan, mulai dari penyakit ringan hingga kronis.
Selain akses layanan kesehatan, pendekatan tenaga medis yang dinilai ramah dan bersahaja turut memberikan kesan positif bagi masyarakat yang berobat.
Andi Roroa, pasien asal Desa Taar, Kota Tual, mengaku merasakan langsung pelayanan yang menurutnya berbeda dari pengalaman yang pernah ia temui di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Pelayanan sangat ramah dan no drama, beda dengan layanan kesehatan yang sering kita terima di Puskesmas maupun rumah sakit,” ungkapnya saat ditemui Jendelamaluku.com, 7 Oktober.
Menurut Andi, sikap tenaga kesehatan yang tetap ramah ketika pasien menyampaikan keluhan tambahan menjadi salah satu hal yang membuatnya nyaman selama menjalani pemeriksaan.
Ia mencontohkan, pasien yang datang untuk menjalani tindakan bedah tetapi juga memiliki keluhan asam urat atau kolesterol dan lupa membawa obat tetap mendapatkan respons yang baik, tanpa bentakan maupun nada bicara tinggi.
Baginya, cara tenaga kesehatan berkomunikasi dan memperlakukan pasien turut membedakan pengalaman berobat di rumah sakit kapal tersebut dengan pelayanan yang biasa ditemuinya.
Pengalaman serupa disampaikan Julie, pengantar pasien asal Desa Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara. Ia menilai proses pendaftaran hingga pemeriksaan berlangsung sederhana dan mudah dipahami.
“Kami datang hanya membawa KTP dan Kartu Keluarga, daftar di ruang tunggu Pelabuhan Elat, setelah itu diperiksa dan ditanya keluhannya apa, langsung ditindaklanjuti, tanpa birokrasi berbelit-belit,” jelasnya.
Julie mengatakan, kemudahan proses pelayanan membuat pasien merasa lebih nyaman ketika mengakses layanan kesehatan. Menurutnya, sikap tenaga medis yang menerima pasien dengan baik memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat yang datang berobat.







