“Meskipun pesertanya 66 siswa, dampaknya bisa lebih luas karena mereka akan bercerita kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya. Kesadaran sejak kecil ini penting sebagai investasi mitigasi risiko jangka panjang,” kata Anhar.
Hal senada disampaikan Ketua FPRB Kelurahan Tubo, Jumilita Abdullah.
Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok rentan yang harus diprioritaskan dalam edukasi kebencanaan karena berpotensi terpisah dari orang tua saat bencana terjadi.
“Dengan metode yang menyenangkan dan interaktif, anak-anak lebih mudah menerima materi. Harapannya, apa yang mereka pelajari bisa menjadi bekal penting ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.







