Maluku

Tanpa Biaya Pendaftaran, Festival Film Pelajar Maluku 2026 Resmi Dibuka

×

Tanpa Biaya Pendaftaran, Festival Film Pelajar Maluku 2026 Resmi Dibuka

Sebarkan artikel ini

Festival Film

13/2/2026 - Festival
MALUKU: Festival Film Pelajar Maluku (FFPM) 2026 dibuka tanpa biaya pendaftaran. (Istimewa)

AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Upaya membangun ekosistem perfilman sejak usia sekolah mulai digerakkan melalui Festival Film Pelajar Maluku (FFPM) 2026.

Ajang kompetisi film pendek bagi pelajar SMA/SMK sederajat di 11 kabupaten/kota se-Maluku ini resmi membuka pendaftaran sejak 12 Februari dan akan berlangsung hingga 15 April 2026.

Mengusung tema “Eksplorasi Budaya dalam Bingkai Sinema”, festival ini mendorong pelajar untuk mengangkat kekayaan budaya, kehidupan sosial, serta potensi daerah Maluku ke dalam karya audio-visual yang kreatif dan inspiratif.

Direktur Eksekutif FFPM, Dina Mustika Sari mengatakan, festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi gerakan membangun ruang kreatif bagi generasi muda.

“Festival ini kami gagas sebagai langkah awal membangun ekosistem perfilman pelajar di Maluku. Kami ingin menghadirkan ruang belajar sekaligus ruang ekspresi bagi siswa SMA/SMK untuk berkarya,” ucapnya.

Menurut Dina, pemanfaatan ruang publik menjadi bagian penting dalam konsep festival tahun ini.

“Kami ingin film-film pelajar tidak hanya berhenti di ruang kelas atau kompetisi, tetapi bisa ditayangkan secara terbuka agar menjangkau masyarakat luas dan membangun dialog budaya antara generasi muda, masyarakat, dan tokoh adat,” katanya.

Ia menambahkan, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pembekalan teknis dari para profesional perfilman.

“Pelajar akan dibekali mulai dari pengembangan ide, penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi hingga manajemen produksi melalui workshop daring sebelum masuk tahap produksi,” jelasnya.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui Google Form yang dapat diakses melalui tautan maupun kode QR pada akun media sosial resmi ffp_maluku.

Dengan konsep inklusif dan tanpa biaya pendaftaran, panitia berharap partisipasi dapat menjangkau lebih luas, termasuk pelajar dari wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Setelah tahap produksi, peserta akan mengirimkan karya melalui tautan Google Drive untuk proses kurasi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan screening dan diskusi film yang melibatkan pelajar SMA/SMK di Kota Ambon hingga malam puncak penganugerahan.

Kategori penghargaan yang diperebutkan meliputi Film Terbaik kategori Fiksi, Film Terbaik kategori Dokumenter, Film Favorit Penonton, Penulis Cerita Terbaik, Sutradara Terbaik, serta Penata Kamera Terbaik.

Dina berharap, festival ini dapat menjadi momentum lahirnya sineas-sineas muda Maluku yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

“Kami berharap ini menjadi langkah awal munculnya talenta-talenta muda yang kelak bisa mengharumkan nama Maluku di dunia perfilman nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM