Tual

Oknum Brimob di Tual Diduga Aniaya Siswa Madrasah hingga Tewas

×

Oknum Brimob di Tual Diduga Aniaya Siswa Madrasah hingga Tewas

Sebarkan artikel ini

Dugaan Penganiayaan

20/2/2026 - Arianto Tawakkal
TUAL: Arianto Tawakal (14), siswa MAN Maluku Tenggara yang meninggal dunia usai diduga menjadi korban penganiayaan di Kota Tual, Kamis (19/2/2026). (Istimewa)

TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Maluku Tenggara bernama Arianto Tawakal (14) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Brimob Batalyon Pelopor C Tual, Kamis (19/2/2026).

Korban yang merupakan siswa kelas IX MAN Maluku Tenggara itu sempat menjalani perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun sebelum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIT akibat luka yang dideritanya.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di ruas jalan sekitar RSUD Maren, Kota Tual.

Berdasarkan keterangan saksi mata sekaligus kakak korban, Nasri Karim (15), insiden bermula saat korban mengendarai sepeda motor dan diduga dipukul menggunakan helm oleh oknum Brimob.

“Iya benar pada saat itu oknum Brimob melompat dan memukul almarhum menggunakan helm,” ujar Nasri saat ditemui di rumah duka.

Nasri yang juga berada di lokasi kejadian mengaku mengalami patah tangan akibat insiden tersebut.

Ia menjelaskan, setelah dipukul, korban terjatuh dengan posisi menyamping dan terseret.

“Sementara motor masih melaju dan menabrak saya. Korban nampak masih sedikit sadar, kemudian terjadi pendarahan dari mulut, hidung dan ada benturan di belakang kepala,” jelasnya.

Menurut Nasri, setelah kejadian, ada anggota Brimob lain yang sempat menegur rekannya dengan mengatakan, “kenapa pukul pakai helm”.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Ia juga mengungkapkan, oknum Brimob tersebut sempat memaksa mereka untuk mengakui bahwa kejadian itu merupakan aksi balapan liar.

Namun tudingan tersebut dibantah.

“Saat itu jalan menurun, jadi motor melaju kencang dengan sendirinya. Bukan balapan,” ujarnya.

Nasri turut menyesalkan cara aparat membawa korban usai kejadian. “Mereka menarik almarhum layaknya binatang, tidak menggendong namun ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping,” katanya.

Mewakili pihak keluarga, Ketua Kerukunan Keluarga Keturunan Arab (K3A), Moksen Ali, mengutuk keras dugaan penganiayaan tersebut dan meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang terjadi. Korban tidak dibina justru dianiaya tanpa kesalahan. Kami minta pelaku dihukum berdasarkan undang-undang yang berlaku. Kami akan kawal terus hingga proses hukum dituntaskan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan oknum Brimob tersebut.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM