Para guru menyampaikan respons positif dari siswa.
Menurut para pengajar, program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) memberikan dampak nyata dalam membangun budaya damai di sekolah.
Guru berperan penting menjadikan sekolah sebagai laboratorium harmonisasi keberagaman, memperkuat tiga kompetensi utama: kompetensi pribadi, kompetensi komparatif, dan kompetensi kolaboratif.
Jaleha Sangaji berharap budaya cinta damai ini terus bertumbuh dan menjalar ke masyarakat luas.
“Semoga budaya damai antarumat beragama dapat terus berlanjut, bukan hanya di kalangan siswa dan guru, tetapi juga di seluruh masyarakat Maluku dan Indonesia,” katanya.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dari program LKLB yang menegaskan peran sekolah gandong dalam membangun persaudaraan lintas agama melalui pendidikan berbasis nilai lokal, sekaligus menjadi inspirasi bagi pembangunan pendidikan damai di tingkat nasional maupun internasional.(*)







