Utama

Parkiran Eks Pasar Apung Disulap Jadi Ramadan Fair, Strategi Dishub Ambon Dongkrak Ekonomi Warga

×

Parkiran Eks Pasar Apung Disulap Jadi Ramadan Fair, Strategi Dishub Ambon Dongkrak Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

Ramadan Fair Ambon

28/2/2026 - Pasar Apung
AMBON: Pj Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Ambon, Gino Pattiasina, saat berada di kawasan eks Pasar Apung yang dimanfaatkan sebagai lokasi Ramadan Fair. (Courtesy - MCAMBON)

AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perhubungan Kota Ambon memanfaatkan lahan parkir eks Pasar Apung sebagai lokasi penyelenggaraan Ramadan Fair selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Langkah ini dinilai sebagai upaya mengoptimalkan aset daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat menjelang Idulfitri.

Penjabat Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Ambon, Gino Pattiasina menjelaskan, kegiatan tersebut akan berlangsung selama satu bulan penuh hingga Lebaran.

Area tersebut diisi berbagai pedagang, mulai dari sembako, kuliner, hingga produk fesyen.

“Ide ini lahir untuk memberi ruang bagi pedagang agar tetap bisa berusaha selama Ramadan. Di sisi lain, masyarakat juga dimudahkan untuk berbelanja kebutuhan hari raya,” ujar Gino.

Baja Juga :  School Goes to ABC, Serunya Siswa SCK Ambon Belajar Bahasa Inggris dan Budaya Australia Bareng Kakak Volunteers

Ia menegaskan, lokasi parkir eks Pasar Apung tidak sepenuhnya dialihfungsikan menjadi tempat berdagang.

Area tersebut tetap dapat digunakan untuk parkir kendaraan roda dua.

Namun, selama ini pemanfaatannya kurang optimal karena letaknya relatif jauh dari Gedung Baru Pasar Mardika dan Pasar Ikan Arumbae.

“Daripada tidak termanfaatkan maksimal, kami kelola sementara untuk kegiatan Ramadan Fair. Selama ini masyarakat juga enggan parkir di sana karena jaraknya cukup jauh dari pusat aktivitas pasar,” jelasnya.

Menurut Gino, penyelenggaraan Ramadan Fair tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui retribusi parkir, retribusi pedagang, serta retribusi sampah.

Baja Juga :  Amir Rumra Harap Kapolres Kota Tual yang Baru Bisa Tekan Konflik Komunal

“Khusus retribusi parkir sudah menggunakan sistem non tunai melalui mesin m-pos dan langsung masuk ke kas daerah Kota Ambon,” tambahnya.

Dengan panjang area sekitar 100 meter, lokasi tersebut mampu menampung hingga 30 pedagang selama Ramadan Fair berlangsung.

Pemanfaatan lahan ini diharapkan menjadi solusi sementara yang produktif, sekaligus contoh pengelolaan ruang kota yang adaptif selama momentum Ramadan.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM