AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perhubungan Kota Ambon memanfaatkan lahan parkir eks Pasar Apung sebagai lokasi penyelenggaraan Ramadan Fair selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Langkah ini dinilai sebagai upaya mengoptimalkan aset daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat menjelang Idulfitri.
Penjabat Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Ambon, Gino Pattiasina menjelaskan, kegiatan tersebut akan berlangsung selama satu bulan penuh hingga Lebaran.
Area tersebut diisi berbagai pedagang, mulai dari sembako, kuliner, hingga produk fesyen.
“Ide ini lahir untuk memberi ruang bagi pedagang agar tetap bisa berusaha selama Ramadan. Di sisi lain, masyarakat juga dimudahkan untuk berbelanja kebutuhan hari raya,” ujar Gino.
Ia menegaskan, lokasi parkir eks Pasar Apung tidak sepenuhnya dialihfungsikan menjadi tempat berdagang.
Area tersebut tetap dapat digunakan untuk parkir kendaraan roda dua.
Namun, selama ini pemanfaatannya kurang optimal karena letaknya relatif jauh dari Gedung Baru Pasar Mardika dan Pasar Ikan Arumbae.
“Daripada tidak termanfaatkan maksimal, kami kelola sementara untuk kegiatan Ramadan Fair. Selama ini masyarakat juga enggan parkir di sana karena jaraknya cukup jauh dari pusat aktivitas pasar,” jelasnya.
Menurut Gino, penyelenggaraan Ramadan Fair tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui retribusi parkir, retribusi pedagang, serta retribusi sampah.
“Khusus retribusi parkir sudah menggunakan sistem non tunai melalui mesin m-pos dan langsung masuk ke kas daerah Kota Ambon,” tambahnya.
Dengan panjang area sekitar 100 meter, lokasi tersebut mampu menampung hingga 30 pedagang selama Ramadan Fair berlangsung.
Pemanfaatan lahan ini diharapkan menjadi solusi sementara yang produktif, sekaligus contoh pengelolaan ruang kota yang adaptif selama momentum Ramadan.(*)






