BeritaNasional

Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Dorong Ketahanan Gizi Keluarga Lewat Inovasi Pangan Lokal di Jayapura

×

Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Dorong Ketahanan Gizi Keluarga Lewat Inovasi Pangan Lokal di Jayapura

Sebarkan artikel ini

CRS Pertamina

22/2/2026 - Pertamina
PERTAMINA: Charles Toto atau Papua Jungle Chef (tengah) mendemonstrasikan pengolahan pangan lokal bergizi berbahan keladi, daun gedhi, dan ikan dalam kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui IT Jayapura di Pantai Base-G, Jayapura, Minggu (22/2/2026). (Courtesy - Pertamina Patra Niaga Papua Maluku)

JENDELAMALUKU.COM – Upaya pencegahan stunting di Papua tidak hanya berbicara tentang tambahan makanan bergizi, tetapi juga tentang perubahan cara pandang terhadap pangan lokal.

Hal inilah yang menjadi fokus Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura dalam kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal Bergizi yang digelar di Pantai Base-G, Jayapura.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program CSR Posyandu Berdaya Imbi ini menghadirkan aktivis pangan lokal, Charles Toto, atau yang dikenal sebagai Papua Jungle Chef.

Pelatihan ditujukan untuk memperkuat kapasitas kader posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat, menarik, dan ramah anak sebagai langkah konkret mendukung percepatan penurunan stunting.

“Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari. Dengan kreativitas, bahan yang ada di depan rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa menjadi hidangan kelas dunia yang disukai anak-anak,” ucap Charles.

Baja Juga :  Sabet Penghargaan dari Kemendagri, Ketua DPRD Malra Apresiasi Kinerja Pemkab Maluku Tenggara Langgur, Jendelamaluku.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemkab Malra yang menyabet penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah terbaik dalam kategori Pengendalian Inflasi. Penghargaan langsung diberikan oleh Mendagri Tito Karnavian ini, diberikan pada ajang bergengsi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Lombok, Selasa (19/5/2026). Malra meraih predikat Terbaik III tingkat kabupaten dan memperoleh insentif fiskal sebesar Rp. 1 miliar untuk mendukung program pembangunan daerah. Ketua DPRD Malra Stepanus Layanan mengatakan, bahwa kinerja Bupati dan jajaran sangat cepat tanggap terhadap dinamika inflasi daerah. "Dari 11 Kabupaten Kota di Provinsi Maluku hanya Malra dan Kota Tual yang mendapatkan penghargaan tersebut, tentunya kami merasa bangga dengan prestasi tersebut," ungkapnya, Jumat (22/5/2026). Menurutnya, dengan situasi efisiensi anggaran namun Pemkab Malra mampu bergerak cepat menurunkan angka Inflasi. "Kami mengapresiasi kinerja Bupati Malra, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Koordinasi lintas Organis Perangkat Daerah (OPD) yang berjalan maksimal," ujar Stepanus. Paling tidak, lanjutnya Malra dan Kota Tual membawa nama baik Pemprov Maluku di kancah Nasional. "Semoga torehan prestasi tetap diraih Pemkab Malra, DPRD akan terus mendukung dan mendorong pelaksanaan program pemerintah daerah hingga ke tingkat paling bawah,” pungaksnya.

Dalam sesi demonstrasi memasak, Charles memperkenalkan inovasi “Sushi Keladi” sebagai alternatif menu sehat berbasis bahan lokal.

Keladi tumbuk dimanfaatkan sebagai pengganti nasi dengan indeks glikemik lebih rendah, daun gedhi sebagai pengganti nori yang kaya antioksidan, serta isian berupa sayur lilin, alpukat, dan aneka ikan sebagai sumber protein, lemak sehat, dan serat.

“Keladi tumbuk digunakan sebagai pengganti nasi, sumber karbohidrat indeks glikemik rendah. Lalu, daun gedhi digunakan sebagai pengganti nori yang kaya antioksidan dan baik untuk pencernaan. Terakhir, sayur lilin, alpukat dan aneka ikan digunakan sebagai isian atau sumber protein, lemak sehat dan serat. Bahannya sehari-hari banyak tersedia,” tambahnya.

Pelatihan ini juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Anak Sekolah usia 5-9 tahun, remaja, hingga lansia.

Baja Juga :  UIN Ambon Selenggarakan English Speaking Contest Perdana, Libatkan Mahasiswa dari Berbagai Fakultas

Para kader posyandu diharapkan dapat menularkan keterampilan tersebut kepada masyarakat luas di Kelurahan Imbi.

Heni Purwati, Kader Posyandu Cenderawasih, mengaku kegiatan tersebut memberi solusi atas kendala yang selama ini dihadapi kader dalam mengolah ikan.

“Jujur saja, selama ini kita sering pusing kalau masak ikan karena sudah diolah macam-macam tetap saja masih ada bau amis, anak-anak jadi kurang tertarik. Tapi tadi waktu demo masak, kita lihat sendiri ternyata bisa bikin olahan yang tidak amis sama sekali, dan anak-anak langsung suka,” ucap Heni.

IT Manager Jayapura, James W. Muabuay, menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis kearifan lokal.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM