Utama

Wow! Total Anggaran Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Tual Capai 22 Miliar

×

Wow! Total Anggaran Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Tual Capai 22 Miliar

Sebarkan artikel ini

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Kota Tual dan Kabupaten Buru di Provinsi Maluku, mendapatkan alokasi pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP) pertama oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di tahun anggaran 2025.

Hal tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Pemkot Tual, dengan menyiapkan lahan pembangunan KNMP yang berlokasi di Ohoi (Desa), Lebetawi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, seluas 1 hektar.

Pembangunan KNMP sendiri, memakan anggaran sebesar Rp. 22 Miliar, dan dilakukan oleh 98 tenaga lokal, dan mengambil material bahan berupa batu dan pasir dari Kota Tual.

Di dalam pembangunannya KNMP terdapat tiga pejabat pembuat komitmen (PPK), dengan tugas dan fungsi masing-masing, misalnya pekerjaan fisik dan konstruksi ditangani oleh satu PPK.

Baja Juga :  Wisuda Angkatan 19 Uningrat, Rumra Bangga Universitas Lokal Cetak Sumberdaya Manusia Unggul

Sementara untuk pengadaan kapal dan alat tangkap juga pengadaan sistem rantai dingin seperti cold storage, juga ditangani oleh masing-masing PPK.

Saat diwawancarai awak media usai Kunker Anggota DPR RI Rokhmin Dahuri, Recky Pangemanan PPK untuk pengerjaan Konstruksi KNMP dari KKP mengatakan, progres pembangunan cukup memuaskan, meski ada deviasi (perbedaan standar).

“Hingga saat ini untuk progresnya capai 35.43 persen,” ungkapnya.

Recky menguraikan, meskipun ada defisasi 10 persen, karena ketidaktersediaan bahan yang mengharuskan dikirim dari Surabaya misalnya atap dan besi, namun ditargetkan rampung akhir Desember.

“Tentu saja saya optimis bisa terselesaikan di 31 Desember 2025 sesuai dengan target pekerjaan,” kata dia.

Baja Juga :  Pemkot Ambon Pastikan Gaji PPPK dan CPNS Dibayar Lunas November Ini

Dirinya pun menjelaskan alokasi penganggaran dari KNMP sendiri, per PPK.

“Untuk konstruksi yang ditangani oleh saya sendiri memakan anggaran 13 miliar, nah sisanya 9 miliar terserap di pengadaan kapal, sistem rantai dingin,” terangnya.

Dirinya menambahkan, saat ini untuk 29 item pekerjaan telah berjalan, yang agak terlambat yakni kantor pengelola, karena ada perubahan design gambar.

“Namun pembangunan semua telah berjalan, untuk jalan dan drainase sendiri sudah selesai dibangun baru difokuskan kesana,” pungkasnya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM