Maluku

Panen Perdana Cabai Digital Jadi Tonggak Transformasi Pertanian Maluku

×

Panen Perdana Cabai Digital Jadi Tonggak Transformasi Pertanian Maluku

Sebarkan artikel ini

Panen Cabai

13/11/2025 - Panen Cabai
MALUKU: Panen perdana sistem digital farming di Balai Benih Induk Hortikultura Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Rabu (12/11/2025). (Courtesy - Diskominfo Maluku)

LEIHITU, JENDELAMALUKU.COM  — Pemerintah Provinsi Maluku bersama Bank Indonesia Perwakilan Maluku dan Komunitas Smart Farming Maluku menggelar panen perdana cabai sistem digital farming dan konvensional di Balai Benih Induk (BBI) Hortikultura Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari Gerakan Tanam Serempak Cabai yang dicanangkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, pada 13 Agustus 2025 lalu.

Momentum ini bukan sekadar panen, melainkan simbol pergeseran paradigma pertanian Maluku menuju era digital.

Program tersebut lahir dari kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Maluku, Bank Indonesia Perwakilan Maluku, kelompok tani, dan para penyuluh pertanian, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui teknologi.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, menyampaikan apresiasi atas hasil panen yang menggembirakan tersebut.

Baja Juga :  Seminggu Lagi Maluku Punya Gubernur Baru, Murad Ismail Turun Tahta 24 April 2024

“Gerakan tanam serempak yang dicanangkan Bapak Gubernur kini membuahkan hasil. Ini bukti kerja kolaboratif yang terus kita kawal bersama, sebagai langkah nyata mentransformasikan petani Maluku menuju pertanian modern,” ujar Tauda.

Menurutnya, keberhasilan ini menegaskan arah kebijakan Gubernur untuk mendorong modernisasi pertanian berbasis digitalisasi lahan dan data tanaman.

Ke depan, Dinas Pertanian akan memperluas replikasi model digital farming ke Tual, Masohi, dan wilayah penyangga lainnya sebagai role model bagi petani di seluruh Maluku.

Dampak positif penerapan teknologi turut diperkuat data Komunitas Smart Farming Maluku. Ketua komunitas, Rasyid, mengungkapkan bahwa sistem digital farming yang mulai diterapkan sejak 2023 telah meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Untuk komoditas cabai, sistem digital menghasilkan 2,1 ton dari lahan 0,4 hektare dengan 22–25 kali panen, atau naik 34 persen dibanding sistem konvensional yang hanya menghasilkan 1,6 ton.

Baja Juga :  Deteksi Dini dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci Penyembuhan Pasien Kanker

Sementara untuk bawang merah, metode digital mencatatkan 3,2 ton per 0,4 hektare, melonjak 51 persen dibanding metode konvensional yang mencapai 1,4 ton.

“Digital farming membantu kami memahami kebutuhan tanaman secara akurat, mulai dari kelembapan tanah hingga dosis pupuk. Hasilnya nyata — produksi meningkat, kualitas pun lebih baik,” jelas Rasyid.

Keberhasilan panen juga memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi pangan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Mohamad Latif, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM