JAYAPURA, JENDELAMALUKU.COM – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan distribusi minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, kembali berjalan normal setelah seluruh pasokan yang sempat tertunda akibat kendala operasional angkutan udara berhasil tiba di Wamena.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas mengatakan, sebanyak 70 ribu liter minyak tanah yang sebelumnya mengalami keterlambatan pengangkutan telah dikirim ke Wamena pada Selasa (4/8/2026) dan mulai didistribusikan ke pangkalan sejak Rabu (5/8/2026).
“Distribusi alokasi minyak tanah sebelumnya baru tersalur 130 ribu liter. Sebesar 70 ribu liter yang mengalami keterlambatan pengangkutan telah berhasil dikirim ke Wamena pada Selasa (4/8/2026), dan penyaluran ke pangkalan diprioritaskan mulai Rabu (5/8/2026), khususnya di Distrik Wesaput. Pertamina Patra Niaga terus memastikan proses distribusi berjalan optimal agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujar Ispiani.
Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi terjadi akibat kendala operasional transportasi udara pada awal hingga pertengahan Juli 2026 yang berdampak pada berkurangnya kapasitas kargo untuk pengangkutan minyak tanah dari Jayapura menuju Wamena.
Menurutnya, distribusi minyak tanah ke Jayawijaya sepenuhnya mengandalkan jalur udara sehingga gangguan operasional tersebut menyebabkan sekitar 70 ribu liter dari total alokasi bulanan sekitar 200 ribu liter belum dapat dikirim sesuai jadwal.
“Distribusi minyak tanah ke wilayah Jayawijaya mengandalkan angkutan udara dari Jayapura. Kondisi kendala operasional tersebut menyebabkan sekitar 70 ribu liter minyak tanah dari alokasi sekitar 200 ribu liter belum dapat terangkut sesuai jadwal. Saat ini seluruh alokasi tersebut telah tiba di Wamena dan segera didistribusikan ke pangkalan agar dapat melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Pertamina mencatat kebutuhan minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Jayawijaya saat ini disalurkan melalui dua agen resmi dengan total alokasi rata-rata sekitar 200 ribu liter setiap bulan.
Untuk memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Jayawijaya dalam memantau ketersediaan stok serta pengawasan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pangkalan.
Selain memastikan pasokan kembali normal, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan perusahaan transportasi udara guna meningkatkan keandalan distribusi energi ke wilayah Papua Pegunungan yang memiliki tantangan geografis dan logistik.







