LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Kisah Eunike Tawurutubun (31), guru SMP Negeri 4 Kei Besar di Ohoi Ad, Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, memperlihatkan jelas bagaimana ketertinggalan infrastruktur dan layanan dasar masih menjadi persoalan besar bagi para pendidik di wilayah 3T.
Sejak mulai mengabdi pada Januari 2021 sebagai CPNS dan kemudian resmi menjadi ASN pada 2022, Ike—sapaan akrabnya—telah lima tahun menghadapi kerasnya realitas pendidikan di daerah yang serba minim fasilitas.
Keterbatasan transportasi, biaya perjalanan yang tinggi, serta kondisi sarana prasarana yang memprihatinkan membuat tugas mengajar bukan hanya tentang menyampaikan pelajaran, tetapi juga bertahan hidup.
Ike mengaku awalnya ditempatkan di Ohoi Haar sebelum dipindahkan ke Ad, tanpa mengetahui bahwa wilayah tersebut masuk kategori daerah terpencil.
“Awalnya saya ditempatkan di Ohoi Haar namun lantas dipindahkan ke Ad, tentunya dengan ekspektasi masih dekat dengan ibukota Kecamatan. Tanpa tau lokasi tersebut merupakan daerah terpencil,” ungkapnya, Senin (24/11/2025).
Perjalanan dari Langgur menuju lokasi tugasnya bukanlah hal sederhana.
Jalur laut menggunakan speedboat hanya bisa ditempuh jika cuaca bersahabat.
Alternatif lain adalah jalur darat dengan ojek, yang tarifnya bisa mencapai Rp400 ribu.
“Kalau pas ada ojek langganan pastinya bertarif murah, jika tidak ada kami pasti akan membayar lebih mahal untuk bisa sampai ke tempat tugas,” tuturnya.
Kondisi jalan yang rusak dan rute yang menanjak kerap membuat kendaraan yang ditumpangi mogok di tengah perjalanan.
Ike masih mengingat pengalaman menegangkan ketika mobil L300 yang ia tumpangi mati mesin di tebing curam.
“Saat hendak pulang ke tempat tugas kami pernah menumpangi mobil L300, saat sedang mendaki gunung terjal, mobilnya mogok hampir satu jam,” kenangnya.
“Dalam hati kami hanya berdoa dan berserah pada Tuhan, pas satu jam akhirnya mesin mobil bisa kembali menyala dan kami lolos dari intaian maut,” tambahnya.
Minimnya fasilitas membuat biaya akomodasi tidak sebanding dengan pendapatan.
Ia menyebut tunjangan guru di wilayah terpencil memang tersedia, namun pendistribusiannya belum merata.
“Terkadang dalam satu sekolah di daerah 3T ada yang dapat ada juga yang tidak, entah apa kendalanya, padahal ini hak kami,” ucapnya.
“Kami hanya meminta tunjangan guru terpencil jangan dipersulit,” tegasnya.
Pekerjaan Ike semakin berat ketika listrik padam hingga berhari-hari, yang otomatis memutus akses internet berbasis Starlink.
“Ya terkadang jika listriknya padam, akses internet pun mati karena masih mengandalkan starlink,” katanya.







