AMBON, JENDELAMALUKU.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menghadirkan Program Sertifikasi Bengkel Konversi dan Maintenance Motor Listrik di Kota Ambon sebagai langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor otomotif berbasis listrik.
Program ini dijalankan bersama SMK Negeri 4 Ambon dan Politeknik Negeri Ambon dengan menyasar guru, dosen, siswa, hingga mahasiswa.
Tidak hanya pelatihan, peserta juga dibekali perangkat konversi motor listrik guna mendukung pengembangan bengkel binaan di lingkungan pendidikan.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko menegaskan, kesiapan SDM menjadi kunci utama dalam mendorong perkembangan kendaraan listrik di daerah.
Kata dia, pengembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan infrastruktur.
“Kami juga menyiapkan SDM dan kompetensi lokal agar masyarakat dapat mengambil peran dalam perkembangan industri kendaraan listrik di masa depan,” terang Soeratmoko.
Sejauh ini, program telah melibatkan 140 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Dari jumlah tersebut, 10 tenaga pendidik telah mengantongi sertifikasi, sementara dua bengkel binaan telah dilengkapi peralatan konversi secara penuh. Selain itu, 36 unit sepeda motor berhasil diubah menjadi kendaraan listrik.
Manfaat program ini tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi.
Penggunaan motor listrik dinilai lebih hemat biaya operasional dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak, sekaligus membuka keahlian baru bagi peserta.
Mereka kini memiliki kemampuan di bidang otomotif listrik, mulai dari instalasi sistem kelistrikan, pengelolaan baterai, hingga penanganan gangguan teknis kendaraan listrik.
Lebih jauh, program ini juga mendorong lahirnya wirausaha baru.
Peserta yang sebelumnya hanya memiliki keterampilan dasar kini mulai mampu mengembangkan bengkel mandiri dan layanan konversi motor listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.
Ke depan, PLN akan meningkatkan standar bengkel binaan di SMK Negeri 4 Ambon dan Politeknik Negeri Ambon agar dapat mendukung proses uji kelayakan teknis kendaraan konversi.
Langkah ini juga akan diperkuat melalui sinergi dengan Kepolisian Daerah Maluku untuk mendukung aspek legalitas kendaraan.







