BeritaTual

Hadiri Prosesi Adat di Ngadi, Kapolda Maluku Minta Hindari Provokasi Medsos

×

Hadiri Prosesi Adat di Ngadi, Kapolda Maluku Minta Hindari Provokasi Medsos

Sebarkan artikel ini

Maluku

TUAL, JENDELAMALUKU.COM — Masyarakat Desa Ngadi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Provinsi Maluku sepakat untuk berdamai setelah konflik komunal beberapa waktu lalu.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersama Pemkot Tual, menggagas prosesi adat penyelesaian konflik sebagai solusi atas kejadian beberapa waktu lalu.

Prosesi adat dihelat dengan penanaman sasi adat di salah satu sudut Desa Ngadi oleh Raja Dulah, Raja Tual dan Raja Ohoitahit disaksikan, Kapolda Maluku, Wawali Tual, Forkopimda, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua MUI Maluku, anggota DPRD dan masyarakat.

Dalam arahannya Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto meminta masyarakat agar dapat bijaksana dalam menggunakan media sosial.

Baja Juga :  Kampanye 16 HAKTP Menyasar Akar Rumput, Jantong Hati Fokus Edukasi Regulasi untuk Perempuan Rentan

“Biasanya konflik di Tual namun di framing di media sosial seolah-olah di seluruh Maluku yang mengalami permasalah tersebut,” ungkapnya. Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, Ini merusak citra wilayah yang lain juga, padahal jika suasana Kamtibmas terganggu akan mempengaruhi semua aktivitas positif di daerah.

“Dengan media sosial bisa disiarkan seolah-olah semua tempat kacau, padahal Maluku ini banyak kelebihannya, kami minta semua konflik jangan di framing di media sosial,” pintanya.

Lebih lanjut Kapolda Maluku, meminta masyarakat menjauhi tindakan kekerasan, karena bukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan.

“Kekerasan bukan solusi, saat kita bentrok dan bermusuhan tidak ada yang menang atau kalah, malah makin menambah beban perbaikan, saya yakin dengan silahturahmi hari ini akan menjadi contoh untuk masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Baja Juga :  Ambon Perkuat Mitigasi Bencana lewat Integrasi Data dan Kolaborasi Internasional

Prosesi adat diakhiri, dengan aksi jabat tangan sambil bermaaf-maafan antara kedua kelompok masyarakat yang bertikai dengan di iringi lagu vadad fil-fil yang mengundang tangis haru.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM