TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Aksi demonstrasi Aliansi Kawal Keadilan untuk Arianto Tawakal, siswa madrasah yang tewas dianiya eks Brimob maut Bripda Masias Siahaya, berlangsung memanas, Selasa (28/4/2026).
Puluhan massa dari Aliansi dan keluarga Arintao Tawakal menyeruduk Kejaksaan Negeri Tual, di Jalan Pattimura, Kelurahan Ketsoblak, Kecamatan Pulau Dullah Selatan.
Pantauan media ini, puluhan massa yang terdiri dari OKP Cipayung dan keluarga korban tiba sekira pukul 14:05 WIT.
Massa yang tersulut emosi lantas membuka paksa pagar Kantor Kejari Tual, adu mulut antara petugas piket dan massa pun terjadi.
Massa kemudian menerobos dan membakar ban di depan Kantor Kejari Tual yang baru diresmikan beberapa bulan lalu.
Dalam orasinya, massa meluapkan kekecewaan terhadap kinerja Kepala Kejari Tual yang diduga menjadi otak dibalik pemindahan lokasi sidang Masias Siahaya ke Pengadilan Negeri Ambon.
“Kepala Kejari Tual diduga yang meminta pemindahan lokasi persidangan ke PN Ambon,” ujar Domi Rahailjaan, salah satu orator dalam aksi tersebut.
Menurut dia, pada rapat yang digelar pada tanggal 26 Februari 2026 bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) ternyata bukan membahas perpindahan lokasi sidang ke PN Ambon.
“Ironisnya, ternyata tidak dihadiri oleh Kapolres Tual, maupun Ketua DPRD namun logonya tercantum dan pada akhir rapat tersebut,” ujarnya.
Rahailjaan membeberkan, usai rapat Kepala Kejari Tual berkoordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri untuk menitipkan dan membahas perpindahan lokasi sidang dan meminta dibuat notulensi rapat.
“Artinya keinginan awal ini muncul dari subjektifitas Kepala Kejari Tual, berdasarkan surat permohonan perpindahan ke Ketua Pengadilan Negeri Tual pada ayat dua menyebutkan ketertiban Persidangan, jadi kami menduga ada konspirasi dibalik ini semua,” pungkasnya.
Aksi sempat ricuh lantaran Kepala Kejari Tual tidak kunjung menemui massa aksi.
Massa aksi sempat merengsek maju menerobos ruang Kantor Kejari Tual namun dihalau oleh pegawai Kejari dan Koordinator aksi yang mencoba meredam situasi.
Setelah melalui mediasi yang alot akhirnya Kejari Tual bersedia menemui massa aksi.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlanjut di Balai Kota Tual dan DPRD Kota Tual.






