JENDELAMALUKU.COM – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menghadiri prosesi peletakan batu penjuru pembangunan Pastori I Jemaat GPM Nazaret di Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Senin (25/5/2026).
Peletakan batu penjuru juga dilakukan Ketua Klasis Kota Ambon Pdt. Elrianton Muskita, Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamela, Anggota DPRD Provinsi Maluku Lucky Wattimury, Ketua Majelis Jemaat Nazaret Pdt. Telly Ruspanah, Ketua Panitia Stenly Titioka, serta Kepala Tukang Robby Ruhulesin.
Dalam sambutannya, Wattimena menyebut pembangunan pastori bukan sekadar pengadaan infrastruktur gereja, melainkan bagian dari penguatan pelayanan pastoral bagi umat di tengah berbagai persoalan sosial di Kota Ambon.
“Kita bersyukur karena pertumbuhan jemaat berlangsung baik dan melahirkan banyak hal untuk menopang pekerjaan pelayanan itu sendiri,” ujar Wattimena.
Ia menjelaskan, rumah pastori nantinya menjadi tempat tinggal hamba Tuhan yang bertugas membimbing, membina, dan mendampingi umat dalam menghadapi persoalan sehari-hari.
Menurutnya, pelayanan pastoral sangat dibutuhkan untuk merespons tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, seperti aksi bunuh diri, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, balap liar, hingga tawuran pelajar.
“Pastoral penting agar kita bisa mengurangi warga jemaat maupun masyarakat Kota Ambon yang terlibat seks bebas, narkoba, balap liar, tawuran, dan aksi bunuh diri di JMP, serta persoalan lainnya,” katanya.
Wattimena berharap pastori tersebut dapat menjadi pusat pembinaan umat dan membantu meminimalisir masalah sosial yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan Pemkot Ambon bersama DPRD akan terus mendukung pembangunan infrastruktur gereja sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
“Peletakan batu penjuru ini menjadi awal yang baik bagi Jemaat Nazaret untuk menyiapkan rumah yang representatif bagi hamba Tuhan. Semoga pada waktunya nanti kita bisa hadir bersama dalam peresmian pastori ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Klasis Kota Ambon Pdt. Elrianton Muskita mengatakan pembangunan pastori di tengah kondisi saat ini membutuhkan kebersamaan seluruh jemaat.
“Kehadiran kita di sini menandakan bahwa kita tetap bersama-sama menggumuli pergumulan gereja dan umat yang juga bagian dari warga Kota Ambon,” ujarnya.
Muskita menambahkan, pastori merupakan infrastruktur penunjang pelayanan gereja karena di tempat itulah pendeta menjalankan tugas pastoral. Ia mengajak jemaat saling menopang agar pembangunan dapat berjalan hingga selesai.
“Kita meletakkan batu penjuru ini dengan keyakinan bahwa dengan kuasa dan penyertaan Tuhan, pekerjaan ini akan berjalan dan diselesaikan dengan baik,” tandasnya. (*)







