Utama

KNPI Malra Gelar Musda, Nuhuyanan Ingatkan Peran Pemuda Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

×

KNPI Malra Gelar Musda, Nuhuyanan Ingatkan Peran Pemuda Sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Malra

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) bakal menggelar musyawarah daerah (Musda).

Tahapan Musda KNPI Malra diawali dengan pelaksanaan Rapimpurda yang berlangsung di Gedung Anugerah Ohoijang, Sabtu (6/6/2026). Selanjutnya Musda dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026 di Aula Kantor Bupati Malra.

Koordinator Daerah (Korda) DPD KNPI Maluku Wilayah VI, Tual, Malra, Aru, Reza Nuhuyanan, menegaskan posisi KNPI harusnya menjadi mitra kritis Pemerintah bukan hanya sebagai penggembira.

“Indikator ketiga yang paling penting dalam dalam proses regenerasi kepemudaan di daerah adalah kepekaan sosial,” ujarnya. Sabtu (7/6/2026).

Menurut dia, bnyak dinamika dan persoalan yang terjadi di daerah. Oleh karena itu, KNPI tidak boleh hanya menjadi penggembira atau sekadar memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah.

Baja Juga :  Jelang Nataru, Ketua DPRD Malra Desak Disperindag Awasi Harga dan Pasokan Pangan

“Kita adalah mitra strategis pemerintah, tetapi juga harus menjadi mitra kritis dalam mengawal pembangunan,” tegasnya.

Untuk itu, Pemuda harus memiliki kemandirian ekonomi. Hal ini sejalan dengan tagline KNPI di bawah kepemimpinan Ryano Panjaitan, yakni KNPI Preneur yang mendorong lahirnya pemuda berjiwa wirausaha.

“Pemuda tidak bisa terus bergantung pada pemerintah daerah dalam menjalankan aktivitas organisasi. Mereka harus memiliki kemandirian ekonomi sehingga mampu mengelola kegiatan secara mandiri, meskipun dalam regulasi terdapat dukungan anggaran kepemudaan dari pemerintah,” bebernya.

Selain itu, pemuda harus memiliki kapasitas intelektual yang memadai. Untuk itu proses kaderisasi dan regenerasi tidak akan bermakna apabila tidak melahirkan pemimpin muda yang mampu menghadirkan ide dan gagasan untuk berkreasi dan berakselerasi dalam pembangunan daerah.

Nuhuyanan menilai proses regenerasi kepemimpinan KNPI di tingkat kabupaten dan kota merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan organisasi. Bahkan, kontestasi dalam Musda dinilai penting sebagai sarana pembelajaran politik organisasi bagi para pemuda.

Baja Juga :  Pembangunan Jembatan Lengkung Dian–Tettoat Belum Rampung, Warga Kecewa Proyek Molor

Namun demikian, ia menekankan bahwa siapa yang terpilih menjadi ketua bukanlah tujuan utama dari pelaksanaan Musda.

“Musda ini menjadi ruang untuk mengadu ide, gagasan, dan kreativitas pemuda dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Siapapun yang menjadi ketua itu urusan lain. Yang penting adalah apa yang ditawarkan untuk mengawal proses pembangunan daerah ke depan,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar Musda KNPI tidak hanya dijadikan sarana untuk membangun popularitas atau tampil sebagai figur publik tanpa memiliki gagasan yang jelas bagi kemajuan daerah.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM