LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Penghentian ini langsung berdampak pada penjualan sayur di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
Salah satu pedagang sayur, Nona, mengaku omsetnya menurun dalam beberapa hari terakhir.
“Biasanya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Tual maupun Malra belanja dalam jumlah besar setiap hari operasional. Itu sangat membantu omset penjualan kami,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Menurut Nona, masyarakat memang tetap berbelanja kebutuhan dapur setiap hari. Namun pembeli dengan kapasitas besar jarang ada, kecuali saat ada event atau momen tertentu.
“MBG berbeda dengan kebutuhan rumah tangga. Apalagi di kota kecil dengan daya beli masyarakat yang terus menurun. Adanya program ini sangat membantu kami pedagang sayur,” katanya.
Nona berharap operasional Program MBG segera kembali berjalan setelah kegiatan belajar mengajar dimulai, agar permintaan sayur dan buah kembali normal.
“Kami berharap MBG segera beroperasi kembali agar dagangan kami kembali laris,” pungkasnya.
Selama ini, Program MBG menjadi salah satu penyerap utama komoditas pertanian lokal. Menu makanan bergizi yang disiapkan rutin menggunakan buah dan sayur segar dari petani daerah.
Penghentian sementara selama libur sekolah membuat mata rantai distribusi ikut melambat.
Para pedagang berharap aktivitas SPPG kembali normal setelah masa libur berakhir. Dengan begitu roda perekonomian yang selama ini ditopang kebutuhan Program MBG dapat kembali bergerak dan memberi manfaat bagi petani maupun pelaku usaha di Malra.







