Kepulauan AruMaluku

Mati Mesin di Perairan Kepulauan Aru, 14 Penumpang Speedboat Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

×

Mati Mesin di Perairan Kepulauan Aru, 14 Penumpang Speedboat Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Sebarkan artikel ini

Laka Laut

13/7/2026 - TIM SAR
Tim SAR Gabungan saat tiba di Pelabuhan Pasar Barat, Kota Dobo, Kepulauan Aru, membawa 14 penumpang speedboat yang mengalami mati mesin di Perairan Desa Gomar, Minggu (12/7/2026). (Courtesy - SAR Ambon)

AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 14 orang penumpang speedboat yang sempat terombang-ambing akibat mengalami mati mesin di sekitar Perairan Desa Gomar, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Seluruh korban dipastikan selamat setelah operasi penyelamatan berlangsung di bawah koordinasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon.

Dantim Ops SAR, Usman Raseng, menjelaskan bahwa laporan kecelakaan ini awalnya diterima dari BPBD Dobo yang meneruskan informasi kepada Unit Siaga SAR Dobo pada Sabtu, 11 Juli sekitar pukul 21.40 WIT.

“Laporan tersebut diteruskan BPBD Dobo kepada Unit Siaga SAR Dobo meminta bantuan SAR evakuasi para penumpang. Speedboat tersebut diketahui bertolak dari Desa Joran menuju Kota Dobo sekitar pukul 15.50 WIT. Namun setibanya di sekitar Perairan Desa Gomar, speedboat mengalami kerusakan mesin hingga tak dapat melanjutkan perjalanan,” kata Usman Raseng.

Baja Juga :  PLN UP3 Ternate Sukses Pasang Baru Daya 345.000 VA di Stadion Gelora Kie Raha

Merespons laporan darurat tersebut, Tim SAR Gabungan langsung diberangkatkan pada pukul 22.00 WIT menggunakan Rigid Inflatable Boat atau RIB milik Unit Siaga SAR Kepulauan Aru. Tim bergerak menuju lokasi kejadian yang berada di koordinat 6°38’7.46″S – 134°33’5.47″E, dengan jarak tempuh sekitar 67,75 Nautical Mile arah Selatan dari Pelabuhan Dobo.

Setelah menempuh perjalanan laut yang menantang, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menjalin komunikasi dengan salah satu korban pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.51 WIT.

Korban melaporkan bahwa seluruh penumpang berada dalam kondisi selamat dan saat itu sedang mengamankan diri di Desa Erersin, Kabupaten Kepulauan Aru, sambil menunggu kedatangan tim penyelamat.

Sekitar pukul 01.00 WIT, Tim SAR Gabungan pun berhasil merapat di Desa Erersin untuk memastikan kondisi ke-14 penumpang dalam keadaan aman.

Mengingat waktu yang sudah tengah malam serta terbatasnya jarak pandang di laut, Usman menuturkan bahwa tim di lapangan memutuskan untuk menyesuaikan waktu evakuasi demi keselamatan bersama.

Baja Juga :  PLN UP3 Sofifi Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip selama Perayaan HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara

“Setelah memastikan seluruh korban dalam keadaan aman dan waktu menunjukan pukul tengah malam serta jarak pandang yang terbatas, Tim SAR Gabungan menyampaikan waktu evakuasi korban menuju Kota Dobo baru akan dilakukan pada pukul 05.00 WIT,” jelas Usman.

Sesuai rencana, pada pukul 05.50 WIT, seluruh korban mulai dinaikkan ke kapal evakuasi dan tim bergerak kembali menuju Dobo dengan menempuh jarak sekitar 55 Nautical Mile arah Utara dari Desa Erersin.

Perjalanan pulang memakan waktu sekitar empat jam di tengah kondisi cuaca lapangan yang cerah berawan, tiupan Angin Tenggara berkecepatan 15 Knots, dan tinggi gelombang yang mencapai 2,5 meter.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM