TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kota Tual menyambut kedatangan wisatawan mancanegara peserta Sail to Indonesia 2026 di Pantai Desa Wisata Bahari Dullah, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari promosi potensi wisata bahari Kepulauan Kei kepada pelayar dari berbagai negara.
Rombongan peserta disambut di dermaga oleh Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat.
Penyambutan diawali dengan pengalungan syal kepada para peserta yang tiba membawa bendera negara masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan tarian adat khas Kei menuju lokasi seremoni.
Pada gelombang pertama, sebanyak 13 kapal layar tiba di Kota Tual dari total 22 kapal yang dijadwalkan mengikuti rangkaian Sail to Indonesia 2026.
Dalam sambutannya yang disampaikan menggunakan bahasa Inggris, Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan mengajak mereka menikmati keindahan alam serta budaya Kepulauan Kei.
“Hari ini kamu adalah bagian dari keluarga kami,” tutur Akhmad Yani.
Ia mengatakan, masyarakat Kei telah hidup berdampingan dengan laut selama bergenerasi sehingga laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
Mengusung tema “The Kei Archipelago Blue Corridor Experience”, Sail to Indonesia 2026 di Kota Tual tidak hanya menghadirkan pelayaran internasional, tetapi juga memperkenalkan konsep pengembangan pariwisata bahari yang mengedepankan konservasi lingkungan, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kota Tual berada di jantung kawasan Coral Triangle. Kepulauan Kei menawarkan perpaduan keindahan laut tropis, pantai pasir putih, budaya bahari yang kuat, serta keramahan masyarakat yang menjadi ciri khas daerah ini,” kata Akhmad Yani.
Selama delapan hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai agenda, di antaranya Official Welcome Ceremony, perayaan Hari Ulang Tahun Kota Tual, Bair Blue Lagoon Experience, Community Legacy Day, One Yacht One Legacy Ceremony, Maritime Blessing Ceremony, hingga The Legacy Sail Farewell Under the Kei Stars.
Pemerintah Kota Tual juga memperkenalkan sejumlah program konservasi laut berbasis masyarakat sebagai bagian dari agenda resmi, meliputi edukasi blue carbon, rehabilitasi terumbu karang, konservasi padang lamun, restorasi teripang, pelestarian kearifan lokal Sasi Laut, serta pengembangan pariwisata bahari berbasis masyarakat.







