MalukuMaluku Tenggara

Dinding Bangunan Alfamidi Roboh di Maluku Tenggara, 2 Pekerja Meninggal dan 1 Luka Parah

×

Dinding Bangunan Alfamidi Roboh di Maluku Tenggara, 2 Pekerja Meninggal dan 1 Luka Parah

Sebarkan artikel ini

Insiden Alfamidi di Malra

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM –  Dinding gerai retail Alfamidi yang sedang dibangun di Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, roboh pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.

Peristiwa tragis di depan Masjid Al-Tawakal tersebut mengakibatkan dua orang pekerja meninggal dunia dan satu orang mengalami luka parah.

Salah seorang pekerja asal Sukabumi, Jawa Barat, Rayna (23), menceritakan bahwa peristiwa terjadi saat para pekerja tengah beraktivitas di lokasi proyek yang berada di tepi pantai.

“Saat itu ada angin kencang dari arah pantai. Dinding bangunan tiba-tiba miring dan roboh menimpa pekerja di bawahnya,” ujar Rayna saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (24/7/2026).

Baja Juga :  Pelaku Penganiayaan di Ohoi Ur Pulau Diamankan Polisi Malra

Rayna mengaku sempat berteriak memberikan peringatan, namun para korban tidak sempat menyelamatkan diri. Ia menambahkan bahwa proyek pembangunan gerai tersebut baru berjalan sekitar satu bulan.

“Kami hanya bekerja sesuai arahan mandor,” katanya.

korban langsung dievakuasi ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan penanganan medis.

Dugaan Kelalaian Konstruksi

Berdasarkan keterangan sejumlah pekerja di lokasi, robohnya dinding diduga akibat konstruksi yang kurang memadai.

disebut tidak dilengkapi tiang penyangga yang cukup dan strukturnya terlalu tipis untuk menahan terpaan angin kencang di kawasan pesisir.

Saat kejadian berlangsung, pihak kontraktor dan konsultan pengawas dilaporkan tidak berada di lokasi proyek.

Baja Juga :  PLN Respons Cepat Gangguan Jaringan di Halmahera Selatan dan Pastikan Transparansi Layanan Tambah Daya melalui PLN Mobile

Menurut informasi pekerja, kontraktor dan pengawas sedang berada di Jakarta, sementara pemborong proyek diduga menjadi salah satu korban luka.

Di lokasi pembangunan yang mempekerjakan total 13 orang, mayoritas didatangkan dari Jawa Barat tersebut, tidak ditemukan papan informasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun nilai proyek.

Hanya terdapat secarik kertas bertuliskan nama pelaksana proyek, CV Artha Persada Utama.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM