JENDELAMALUKU.COM – Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) mengutuk keras aksi pembunuhan keji terhadap tiga warga sipil, termasuk pasangan suami istri yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)/Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Pendiri dan Ketua FPCI, Dino Patti Djalal menegaskan, peristiwa pembunuhan yang terekam dalam video dan beredar luas tersebut merupakan tindakan teror barbar yang tidak memiliki alasan pembenaran politik apa pun.
“Dari video yang direkam dan disiarkan sendiri oleh kelompok pelaku, jelas terlihat bahwa para korban tidak bersenjata dan tidak melawan, bahkan sempat meminta belas kasihan. Mereka dikeroyok, dianiaya, lalu ditembak dari belakang saat sudah tidak berdaya,” ujar Dino Patti Djalal dalam pernyataan resminya yang disiarkan melalui akun resmi Instagramnya.
Ia menambahkan, perbuatan biadab membunuh dan membuang jenazah para korban secara sembarangan ini telah melukai rasa kemanusiaan dan merusak ketenteraman masyarakat setempat.
Desak Tindak Tegas dan Menolak Pembenaran Politik
Dalam keterangannya, FPCI mendesak aparat keamanan baik TNI maupun Polri untuk bertindak cepat, profesional, dan proporsional dalam mengejar seluruh pelaku yang terlibat.
“Kami mengimbau aparat keamanan segera mengidentifikasi, mengejar, dan mengadili seluruh pelaku. Apabila tidak ditindak tegas, gerombolan ini akan terus melancarkan aksi biadab yang membuat masyarakat Papua hidup dalam bayang-bayang ketakutan,” tegas mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut.
Dino juga mengimbau Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) serta tokoh-tokoh masyarakat Papua untuk mengambil sikap tegas dengan bersama-sama mengutuk aksi pembunuhan ini sebagai bentuk keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.
Isu Internasional dan Perlindungan HAM
Menanggapi potensi sorotan luar negeri terkait penegakan hukum di Papua, Dino meminta aparat keamanan dan masyarakat untuk tidak ragu.
Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara di dunia maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung aksi terorisme, pembunuhan sipil, ataupun gerakan separatis bersenjata di Indonesia.
“Percayalah, tidak ada satu pun negara di dunia yang membela para pembunuh barbar ini. PBB dan dunia internasional sama sekali tidak mendukung gerakan tersebut,” tuturnya.
FPCI menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan berharap proses penegakan hukum oleh TNI-Polri dapat berjalan efektif, terukur, serta tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua.(*)







