Maluku

Setahun Lebih Pasca Ambruk, Jembatan Rumadian–Dian Belum Diperbaiki, Warga Andalkan Jembatan Swadaya

×

Setahun Lebih Pasca Ambruk, Jembatan Rumadian–Dian Belum Diperbaiki, Warga Andalkan Jembatan Swadaya

Sebarkan artikel ini
12/8/2026 - Jembatan
Warga saat melewati jembatan kayu secara swadaya sebagai jalur alternatif setelah Jembatan Rumadian–Dian di Kabupaten Maluku Tenggara ambruk dan belum diperbaiki selama lebih dari satu tahun.

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM –  Lebih dari satu tahun setelah ambruk, Jembatan Rumadian–Dian di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, hingga kini belum juga diperbaiki.

Kondisi tersebut memaksa masyarakat membangun jembatan kayu secara swadaya agar aktivitas antarwilayah tetap berjalan.

Jembatan yang menghubungkan puluhan desa di beberapa kecamatan itu ambruk pada 11 Maret 2025.

Hingga kini, bentangan rangka utama sepanjang sekitar 20 meter masih berada di lokasi dalam kondisi terendam air laut.

Akibat terlalu lama dibiarkan, rangka jembatan dilaporkan mulai mengalami kerusakan dan korosi.

Sejumlah material jembatan yang sebelumnya diletakkan di sekitar lokasi juga disebut sudah tidak lagi berada di tempat.

Baja Juga :  RUPS 2026: Bank Maluku Malut Catat Pertumbuhan Keuangan Cemerlang

Salah seorang warga, Owen mengatakan, hingga kini belum terlihat adanya aktivitas perbaikan dari Pemerintah Provinsi Maluku.

“Tidak ada gerakan apa pun dari pihak Pemprov Maluku. Rangka jembatan juga sudah mulai berkarat, rusak, dan lapuk,” kata Owen, Rabu (12/8/2026).

12/8/2026 - Jembatan Rumadian–Dian
Kondisi Jembatan Rumadian–Dian di Kabupaten Maluku Tenggara yang hingga lebih dari satu tahun setelah ambruk belum juga diperbaiki. (JendelaMaluku.com – Megarivera Renyaan)

Ia menjelaskan, rangka jembatan tersebut merupakan konstruksi bekas Jembatan Watdek yang sebelumnya digunakan sebagai penghubung Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Menurutnya, usia rangka itu diperkirakan telah mencapai sekitar 41 tahun.

Karena belum ada kepastian pembangunan kembali jembatan utama, warga memilih bergotong royong membangun jembatan kayu alternatif agar mobilitas masyarakat tidak terputus.

Baja Juga :  Keluarga Korban Bentrokan Menteng Hormati Perdamaian, Minta Proses Hukum Tetap Dituntaskan

“Kami mau mengeluh juga tidak ada yang mendengarkan. Jadi solusinya bangun jembatan alternatif supaya masyarakat terbantu daripada menunggu janji yang tidak pernah terealisasi,” ujarnya.

Selain itu, beredar informasi di kalangan masyarakat bahwa sebagian material rangka jembatan yang sebelumnya disimpan di sekitar lokasi diduga telah berpindah tangan. Namun, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi kepada pihak berwenang.

Sebagai informasi, Jembatan Rumadian–Dian ambruk pada Selasa pagi, 11 Maret 2025.

Saat kejadian, sebuah angkutan umum jenis minibus yang membawa 10 penumpang sempat terjatuh ke laut. Beruntung, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM