TUAL, JENDELAMALUKU.COM – Rentetan kecelakaan laut kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran nasional.
Dalam beberapa waktu terakhir, kecelakaan terjadi di sejumlah wilayah dengan melibatkan kapal dalam berbagai ukuran dan jenis.
Teranyar, KMP Virgo Transport 8 mengalami kemiringan dan berakhir karam di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Kapal yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut membawa 243 orang berdasarkan data manifest.
Rentetan kejadian tersebut memunculkan kembali pertanyaan mengenai efektivitas sistem keselamatan pelayaran.
Terlebih, pemerintah selama ini telah memiliki sejumlah aturan yang mengatur kelayakan kapal, kesiapan awak, muatan, manifest penumpang, hingga mekanisme pemberian izin berlayar.
Untuk itu saat memperingati Hari Perhubungan Nasional tahun 2026, Kepala Unit Penyelanggara Pelabuhan (UPP) Tual Hamdi Abduh meminta koordinasi dan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan zero accident.
“Keselamatan pelayaran harus dibangun melalui sinergi antara regulator, pemilik atau operator kapal, serta masyarakat sebagai pengguna jasa,” ujarnya.
Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi ketiga unsur tersebut kata dia penting untuk memastikan setiap aktivitas pelayaran berlangsung sesuai ketentuan keselamatan.
Sosialisasi pelayaran telah gencar dilakukan yang melibatkan semua stakholder, pihaknya juga turun langsung mengecek kelayakan kapal hingga pembagian life jaket kepada pengguna dan pengelola transportasi laut.
“Keselamatan pelayaran bukan hanya sebatas administrasi, tapi merupakan tanggung jawab moral yang dipikul bersama,” pungkasnya.







