JENDELAMALUKU.COM – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar LOCALIFT (UMKM Education & Workshop) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpatti, Sabtu (17/10). Kegiatan ini diikuti sekitar 30 pelaku UMKM lokal di Kota Ambon.
Mengusung tema “Mengembangkan Gagasan Lokal melalui Digitalisasi untuk Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan,”_LOCALIFT dirancang sebagai wadah edukasi praktis bagi pelaku UMKM dan calon wirausahawan untuk mengoptimalkan usaha melalui teknologi dan manajemen yang baik.
Kegiatan dibuka oleh Pembina GenBI Maluku, Muhammad Fikri Faizan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi LOCALIFT yang sejalan dengan program Bank Indonesia Maluku dalam membina UMKM. Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut secara konsisten setiap tahun.
Wakil Koordinator GenBI Komisariat Unpatti, Marchiano Luiz Alvord Wenno, yang mewakili Koordinator Michelle Patty yang berhalangan hadir, menyampaikan terima kasih kepada FEB Unpatti dan sponsor pendukung, Artades, atas kolaborasi dan dukungan terhadap acara ini.
LOCALIFT 2026 menghadirkan tiga narasumber:
1. Grace Sharon Tanizaal – Strategi branding dan pemasaran digital untuk memperkuat identitas dan memperluas pasar UMKM.
2. Roynald Obed Hehanussa (Bank Indonesia Maluku) – Pemanfaatan QRIS, digitalisasi sistem pembayaran, serta pemahaman risiko penggunaan QRIS (PeKA).
3. Zulaiha Tuhulele, S.E. (Dinas Koperasi dan UMKM Kota Ambon) – Akses pembiayaan usaha dan pengelolaan keuangan yang efektif.
Selain materi, peserta juga mengikuti praktik terbimbing penyusunan laporan keuangan sederhana. Peserta diajak mempraktikkan langsung pencatatan pemasukan, pengeluaran, hingga perhitungan hasil usaha agar terbiasa melakukan pencatatan keuangan yang tertib sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Ketua Panitia, Jefry Rogerth Ibur, mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja Divisi Kewirausahaan GenBI Maluku Komisariat Unpatti yang disiapkan oleh 14 orang panitia.
Melalui LOCALIFT 2026, GenBI Unpatti berharap pelaku UMKM di Kota Ambon semakin siap menghadapi era digital, mandiri secara finansial, dan mampu menumbuhkan usaha yang berkelanjutan. (*)







