AMBON, JENDELAMALUKU.COM –Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah menjalin kerja sama resmi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Transition Fund Limited asal Hongkong serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Investasi Daerah Bidang Sinergi BUMN, BUMD & Swasta, Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, terkait pelaksanaan program Ambon Blue Economy.
Dalam kesepakatan ini, terdapat enam sektor utama yang menjadi fokus pengembangan sebagai dasar pembangunan Kota Ambon ke depan, yaitu: konversi sampah menjadi energi, penyediaan layanan air bersih dan pengelolaan limbah, sistem transportasi, energi berkelanjutan, penguatan ekonomi biru Ambon, serta pembangunan perumahan sosial.
Ketua KADIN Investasi Daerah Bidang Sinergi BUMN, BUMD, dan Swasta, Reza Maspaitella menegaskan, keenam sektor tersebut tidak hanya menjadi fokus pembangunan berkelanjutan, tetapi juga akan mendorong Ambon menjadi model pembangunan ekonomi baru di tingkat global.
“Enam sektor ini akan menjadi dasar kerja sama yang tidak hanya memberi manfaat langsung, tetapi juga menjadikan Ambon sebagai percontohan pembangunan ekonomi baru di tingkat global. Kita ingin hasilnya terlihat dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan, bukan sekadar wacana, tapi langsung aksi,” jelas Maspaitella.
Menurutnya, Ambon memiliki potensi besar untuk berkembang berbasis kekayaan laut dan keanekaragaman hayati yang dimiliki.
Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi wajah baru pembangunan Ambon yang sebelumnya dikenal sebagai kota rempah.
“Secara umum, MoU ini terkait bagaimana kita membangun Kota Ambon ke depan dengan melihat seluruh potensi yang ada di Ambon dan Maluku, khususnya keanekaragaman hayati laut yang begitu kaya. Jika dahulu Ambon dikenal dengan rempahnya, maka ke depan model pembangunan akan didasari oleh potensi laut. Ambon akan menjadi ibu kota marine by diversity,” ungkapnya.
Penandatanganan MoU berlangsung di ruang kerja Wali Kota Ambon, Balai Kota, Selasa (9/9/2025), dan menjadi momentum penting dalam arah pembangunan kota yang modern, hijau, dan berkelanjutan.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap seluruh pihak, terutama masyarakat, dapat mendukung langkah ini untuk kemajuan kota.
“Semoga kerjasama investasi ini akan segera terlaksana demi penataan kota Ambon yang semakin baik dan layak. Mohon doa dan dukungan basudara samua,” pungkasnya.
Dengan fokus pada enam sektor prioritas ini, Pemkot Ambon bersama mitra investasi berharap dapat mempercepat transformasi kota menjadi pusat ekonomi biru yang inklusif, berdaya saing, dan ramah lingkungan.(*)







