BeritaMaluku Tenggara

Kapolres Maluku Tenggara Sebut Kematian Perempuan di Perusahaan Lik Bukan Tindak Kekerasan

×

Kapolres Maluku Tenggara Sebut Kematian Perempuan di Perusahaan Lik Bukan Tindak Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Maluku Tenggara

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Polres Maluku Tenggara menegaskan kematian karyawan Pulau Liik, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), bukan tindak kekerasan.

Pernyataan tersebut diungkapkan menyusul kematian salah satu karyawati Perempuan Veronika Rahanyanat, pada 19 Februari 2025 yang diduga kuat keluarga korban sebagai tindak penganiyaan.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi, yang terdiri Pemilik Perusahaan, Manager, kakak kandung korban, dua teman sekamar, tiga rekan kerja, pengemudi speed boat dan pick up dokter dan perawat UGD,” ungkap Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi, Rabu (26/2/2026).

Menurutnya, dari pemerikasaan tersebut terungkap fakta korban meninggal karena sakit bukan tindak kekerasan.

Baja Juga :  Sabet Penghargaan dari Kemendagri, Ketua DPRD Malra Apresiasi Kinerja Pemkab Maluku Tenggara Langgur, Jendelamaluku.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemkab Malra yang menyabet penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah terbaik dalam kategori Pengendalian Inflasi. Penghargaan langsung diberikan oleh Mendagri Tito Karnavian ini, diberikan pada ajang bergengsi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Nusa Tenggara dan Maluku yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Lombok, Selasa (19/5/2026). Malra meraih predikat Terbaik III tingkat kabupaten dan memperoleh insentif fiskal sebesar Rp. 1 miliar untuk mendukung program pembangunan daerah. Ketua DPRD Malra Stepanus Layanan mengatakan, bahwa kinerja Bupati dan jajaran sangat cepat tanggap terhadap dinamika inflasi daerah. "Dari 11 Kabupaten Kota di Provinsi Maluku hanya Malra dan Kota Tual yang mendapatkan penghargaan tersebut, tentunya kami merasa bangga dengan prestasi tersebut," ungkapnya, Jumat (22/5/2026). Menurutnya, dengan situasi efisiensi anggaran namun Pemkab Malra mampu bergerak cepat menurunkan angka Inflasi. "Kami mengapresiasi kinerja Bupati Malra, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Koordinasi lintas Organis Perangkat Daerah (OPD) yang berjalan maksimal," ujar Stepanus. Paling tidak, lanjutnya Malra dan Kota Tual membawa nama baik Pemprov Maluku di kancah Nasional. "Semoga torehan prestasi tetap diraih Pemkab Malra, DPRD akan terus mendukung dan mendorong pelaksanaan program pemerintah daerah hingga ke tingkat paling bawah,” pungaksnya.

“Karena saat bekerja pada salah satu perusahaan mutiara, korban sudah dalam keadaan sakit demam selama dua hari dari tanggal 17 hingga 18 februari 2026 dini hari, hal ini dibenarkan kakak kandung korban atau ipar dan beberapa rekan kerjanya yang lain,” kata Kapolres.

Berdasarkan hasil visum et repertum, hanya ada dua tanda pada tubuh korban, berupa tanda lebam atau kemerahan pada lengan di korban dan bibir korban yang bengkak.

“Dari hasil penyelidikan, lanjutnya bekas luka tersebut belum ada di tubuh korban saat berada di lokasi perusahaan, diduga luka lebam pada lengan terjadi dalam perjalanan membawa korban dengan menggunakan speed boat sampai dengan tiba di rumah sakit,” ungkapnya.

Baja Juga :  Pertamina Patra Niaga Terus Kawal Ketersediaan dan Keamanan Distribusi BBM di Bula

Sedangkan menurut para saksi pada saat korban masih berada di perusahaan tidak ditemukan bengkak pada bibir, diduga hal tesebut terjadi pada saat korban tengah kejang-kejang sehingga tindakan medis diambil pada mulut korban

Untuk itu Kapolres Malra menegaskan tetap profesional, akuntabel dan transparan dalam penegakan hukum dalam membuat terang peristiwa pidana

” Kami membuka diri dalam menerima masukan dari berbagai pihak terkait kinerja penyidik untuk kemajuan penegakan di Bumi Larvul Ngabal,” pungkasnya.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM