Bagi Ethly, dorongan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan seorang anak daerah adalah tentang bagaimana kesempatan yang didapat bisa membuka jalan bagi generasi penerusnya.
Ethly juga mendapatn arahan dan dukungan dari Kantor Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta.
Saat berada di Jakarta itu dia juga dibekali dengan penguatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, dia diterima langsung oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Ethly untuk menyerap masukan serta memperluas perspektif mengenai kontribusi nyata pemuda daerah di tingkat nasional.
Prinsip tersebut ia kristalisasikan ke dalam formula kepemimpinan yang diusungnya, yakni *LOVE: Learn, Opportunity, Value, Empowering* (Belajar, Kesempatan, Nilai, dan Pemberdayaan).
“Leadership bukan sekadar berdiri di depan. Bagi saya, kepemimpinan adalah keberanian untuk terus belajar (Learn), menangkap dan membuka peluang (Opportunity), memberikan nilai tambah (Value), serta merangkul dan memberdayakan sesama (Empowering),” tegasnya.
Dari Maluku untuk Indonesia, sebuah perjalanan yang mengusung lebih dari sekadar optimisme pribadi, tetapi sebuah harapan agar semakin banyak pemuda Indonesia Timur berani bersuara, mengambil kesempatan, dan berdampak bagi bangsa.(*)







