UEFA mungkin menjadi kritikus paling keras dengan menyebut usulan Infantino sebagai “kesepakatan rahasia yang mencurigakan dan tidak transparan”, tetapi mereka mendapat dukungan kuat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Konfederasi Sepak Bola KerDerived Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF).
Presiden CONCACAF Victor Montagliani banyak digadang-gadang sebagai penantang terkuat Infantino, sementara Presiden UEFA Aleksander Ceferin telah memastikan diri tidak akan maju.
Ketiga konfederasi tersebut terus menekan FIFA dan berkolaborasi dalam surat bersama tanpa kompromi yang dirilis pada 10 Agustus lalu.
“Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah sebuah kepemilikan. Ini bukan tentang memegang atau menuntut kekuasaan untuk dipertahankan,” tulis mereka.
UEFA menambahkan: “FIFA harus kembali dikelola sebagai institusi yang melayani sepak bola—bukan beroperasi sebagai alat kekuasaan individu.”
Pihak FIFA berulang kali membantah klaim-klaim tersebut.
“Permohonan ini merupakan langkah lain dalam kampanye hitam UEFA terhadap FIFA dan kepemimpinannya,” tegas salah satu berkas pembelaan FIFA.(*)







