AmbonBerita

Soal Lasqi Bersalawat, Panitia Tegaskan Tak Pernah Ada Kontrak dengan Ustad Rifqi

×

Soal Lasqi Bersalawat, Panitia Tegaskan Tak Pernah Ada Kontrak dengan Ustad Rifqi

Sebarkan artikel ini

Lasqi Bersalawat

31/8/2026 - Bodewin Wattimena
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena saat menyampaikan sambutan pada penutupan LASQI Nusantara Festival Kota Ambon di Gedung Islamic Center, Minggu (30/8/2026).

AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Panitia Lasqi Nusantara Jaya Fest 2026 menjelaskan alasan tidak melibatkan Ustad Rifqi dalam pelaksanaan Lasqi Bersalawat.

Panitia menyebut komunikasi dengan Ustad Rifqi sebelumnya memang pernah dilakukan, namun tidak pernah berlanjut menjadi kesepakatan maupun kontrak kerja sama.

Penjelasan tersebut disampaikan Panitia Lasqi Nusantara Jaya Fest 2026, Ari Hulopy, kepada wartawan, Rabu (2/9/2026), menyusul pernyataan Ustad Rifqi yang mengaku kecewa karena merasa sebagai ulama dan tokoh agama tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ari, sejak awal panitia telah merancang sejumlah agenda dalam rangkaian Lasqi Nusantara Jaya Fest 2026.

Kegiatan tersebut antara lain Qasidah Ria yang melibatkan ibu-ibu pengajian serta Lasqi Bersalawat yang digelar bertepatan dengan momentum Maulid dan menjelang HUT Kota Ambon.

Baja Juga :  Pertamina Pastikan Layanan Energi Tetap Aman dan Berjalan Normal di Nabire Pasca Gempa

“Jadi memang rangkaian kegiatan ini sudah dirancang dari awal. Kebetulan ini diadakan di bulan Maulid dan menjelang HUT Kota Ambon, supaya sama-sama didoakan,” jelasnya.

Dalam tahap persiapan, panitia kemudian melakukan komunikasi dengan Ustad Rifqi untuk membahas kemungkinan keterlibatannya dalam memimpin Lasqi Bersalawat.

Namun, pembicaraan tersebut tidak mencapai kesepakatan karena adanya persoalan anggaran.

Ari menyebut, dalam komunikasi tersebut terdapat permintaan honor sebesar Rp10 juta untuk pribadi dan Rp15 juta apabila melibatkan tim.

“Karena budget-nya besar, panitia tidak bisa menerima. Terkait koordinasi lanjutan, saya tidak tahu apakah ada pembatalan atau bagaimana. Tapi yang jelas tidak ada kontrak kerja sama, karena masih sebatas koordinasi,” katanya.

Karena tidak tercapai kesepakatan, panitia akhirnya memutuskan menggunakan ustad lain untuk memimpin Lasqi Bersalawat.

Baja Juga :  Bandara Pattimura Ambon Operasikan Posko Nataru 2025/2026, Siaga Hadapi Lonjakan Penumpang

Ari menegaskan, keputusan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengesampingkan Ustad Rifqi ataupun tokoh agama tertentu.

Menurut dia, panitia hanya melanjutkan kegiatan dengan pihak lain setelah pembicaraan sebelumnya tidak menemukan titik temu.

“Kalau tidak ada kesepakatan untuk dilanjutkan, artinya tidak jadi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ustad yang kemudian dipercaya memimpin kegiatan tersebut juga tidak menetapkan honor khusus.

Panitia hanya menyiapkan kebutuhan konsumsi dan memberikan uang transportasi.

“Alhamdulillah, mereka tidak meminta apa-apa. Kami hanya fasilitasi makan, minum dan uang transport,” ungkap Ari.

Selain soal keterlibatan, Ari juga meluruskan anggapan bahwa konsep Lasqi Bersalawat merupakan gagasan pribadi Ustad Rifqi yang kemudian tidak dihargai oleh panitia.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM