InternasionalOlahraga

Inggris Desak FIFA Selidiki Argentina Terkait Spanduk Klaim Falkland di Piala Dunia

×

Inggris Desak FIFA Selidiki Argentina Terkait Spanduk Klaim Falkland di Piala Dunia

Sebarkan artikel ini

Piala Dunia 2026

17/6/2026 - Argentina
para pemain tim nasional Argentina membentangkan spanduk provokatif bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" ("Falkland adalah Milik Argentina"). (Courtesy - AFP via Al Jazeera)

JENDELAMALUKU.COM – Seorang menteri Inggris mendesak FIFA untuk segera melakukan penyelidikan setelah para pemain tim nasional Argentina membentangkan spanduk provokatif bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” (“Falkland adalah Milik Argentina”).

Aksi ini dilakukan usai kemenangan 2-1 Argentina atas Inggris di laga semifinal Piala Dunia.

Kantor Perdana Menteri Keir Starmer di Downing Street menyatakan dukungan penuh atas desakan yang disampaikan oleh Menteri Bisnis Peter Kyle pada hari Kamis, sehari setelah laga semifinal panas tersebut berlangsung.

Kyle menyebut aksi pembentangan spanduk itu sebagai “pelanggaran berat” terhadap regulasi FIFA, yang secara tegas melarang segala bentuk simbol atau pesan politik di dalam lapangan pertandingan.

“Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland sudah pasti milik kami,” tegas juru bicara Downing Street.

Baja Juga :  Trump Janji Bakal Usir Mahasiswa Demonstran Pro-Palestina jika Terpilih jadi Presiden AS 2024

Sejarah Konflik yang Kembali Memanas

Sebagai informasi, Argentina sempat menginvasi wilayah seberang laut Inggris di Atlantik Selatan tersebut pada tahun 1982.

Namun, Inggris berhasil merebut kembali kepulauan tersebut melalui perang singkat setelah Perdana Menteri saat itu, Margaret Thatcher, mengirimkan armada angkatan lautnya.

Kyle meminta badan pengatur sepak bola dunia tersebut untuk mengusut tuntas insiden spanduk yang terjadi setelah pertandingan hari Rabu di Atlanta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat.

“Politik harus dipisahkan dari sepak bola. Faktanya, salah satu prinsip utama Piala Dunia adalah menjaga agar politik tetap berada di luar lapangan,” ujar Kyle kepada televisi BBC.
“Masalah ini sekarang sepenuhnya berada di tangan FIFA. Kami berharap FIFA segera melakukan penyelidikan terkait hal ini,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak FIFA masih belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.

Baja Juga :  Belanda vs Swedia: Dwigol Gakpo dan Brobbey Bawa Tim Oranye Menang 5-1 di Piala Dunia

Tensi Diplomatik di Luar Lapangan

Inggris mulai menduduki Kepulauan Falkland sejak abad ke-19, namun Argentina terus mengklaim bahwa kepulauan tersebut merupakan bagian dari wilayah kedaulatan mereka.

Ketegangan bahkan sudah memuncak sebelum sepak mula (kick-off) pertandingan hari Rabu dimulai.

Wakil Presiden Argentina, Victoria Villarruel, sempat memicu kontroversi dengan menyebut pihak Inggris sebagai “bajak laut perampas”.

Sejarah mencatat konflik bersenjata tahun 1982 di kepulauan tersebut menewaskan 649 tentara Argentina dan 255 tentara Inggris.

Protes Balasan dari Argentina

Di sisi lain, usai kemenangan mereka di semifinal, Menteri Luar Negeri Argentina justru menyatakan bahwa Buenos Aires telah mengajukan protes resmi terkait pergerakan kapal perang Inggris di dekat Kepulauan Falkland.

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM