Internasional

Singapura Kehabisan Cara Naikkan Angka Kelahiran: Bikin Aplikasi Kencan Buat ASN hingga Bagi-bagi Subsidi Ribuan Dolar

×

Singapura Kehabisan Cara Naikkan Angka Kelahiran: Bikin Aplikasi Kencan Buat ASN hingga Bagi-bagi Subsidi Ribuan Dolar

Sebarkan artikel ini
5/10/2026 - Aplikasi dating Singapura
ILUSTRASI: Badan teknologi Singapura, GovTech, yang meluncurkan aplikasi kencan bernama FirstDate. (FREEPIK)

Sejak dekade 1980-an di era PM Lee Kuan Yew, pemerintah telah membentuk Social Development Unit (SDU) untuk menjodohkan kaum lajang berpendidikan tinggi.

Namun, di tengah gencarnya imbauan pemerintah, banyak warga Singapura era modern justru mantap memilih gaya hidup tanpa anak (child-free).

Tingginya biaya hidup, mahalnya harga hunian, serta jam kerja yang menguras energi menjadi benteng terbesar yang menghambat warga untuk menikah dan berkeluarga.

“Keterampilan sosial kita sudah tumpul. Setelah pulang kerja, saya sangat lelah dan cuma ingin rebahan di rumah,” tutur Jamie, seorang pegawai pemerintah bidang pendidikan yang memilih tak mendaftar di aplikasi FirstDate.

Baja Juga :  UNICEF: Lebih dari 13.000 Anak Terbunuh di Gaza, yang Lainnya Menderita Kekurangan Gizi Parah

Sementara itu, mantan jurnalis Straits Times, Teo Kai Xiang, menilai hambatan utama anak muda Singapura bukan sekadar mencari jodoh, melainkan beban ekonomi yang nyata.

“Hambatan terbesarnya adalah biaya, mulai dari ongkos transportasi malam yang mahal hingga sewa tempat tinggal yang meroket, yang membuat banyak lajang masih harus tinggal bersama orang tua hingga usia 30-an,” tegas Teo.

Apakah kombinasi subsidi ratusan juta dan aplikasi kencan berteknologi Nobel ini mampu meluluhkan hati warga Singapura untuk berkeluarga? Waktu yang akan menjawabnya.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM