JENDELAMALUKU.COM – Spanyol berhasil membawa pulang trofi Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan 10 pemain Argentina dengan skor tipis 1-0 lewat babak perpanjangan waktu (extra-time) dalam laga final yang dramatis.
Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 mengunci gelar juara dunia kedua bagi Tim Matador.
Gol penentu kemenangan dari Torres pada hari Minggu tersebut seolah membuka memori 16 tahun delapan hari lalu.
Kala itu, Andres Iniesta juga mencetak gol di babak perpanjangan waktu untuk membawa Spanyol meraih gelar juara dunia pertama mereka lewat kemenangan 1-0 atas Belanda.
Gol ini lahir dari tembakan ke-20 La Roja sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, sang juara bertahan Argentina justru kesulitan menciptakan peluang bersih dan gagal keluar dari dominasi penguasaan bola lini tengah Spanyol yang tampil superior.
Kondisi La Albiceleste kian terjepit setelah mereka harus bermain dengan 10 orang menjelang akhir waktu normal.
Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua dari wasit Slavko Vincic akibat pelanggaran kerasnya terhadap Pau Cubarsi.
Dengan hasil ini, Spanyol menegaskan status mereka sebagai satu-satunya negara yang mampu mengawinkan gelar Piala Eropa (Euro) dan Piala Dunia secara berturut-turut, dan kini mereka melakukannya untuk kedua kali.
Tak hanya itu, Spanyol juga mengukir sejarah sebagai tim juara Piala Dunia pertama yang hanya kebobolan satu gol di sepanjang turnamen.
Bagi Argentina, kegagalan ini memutus rekor impresif Lionel Messi dkk yang selalu meraih trofi dalam tiga turnamen mayor terakhir (Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024).
Messi, sang megabintang berusia 39 tahun pemilik delapan trofi Ballon d’Or, sebenarnya menyudahi turnamen ini dengan catatan gemilang: 8 gol dan 4 asis. Namun, di laga final ini, ia jarang mendapatkan suplai bola dan kesulitan menginspirasi keajaiban bagi timnya seperti yang sering ia lakukan dalam dua siklus Piala Dunia terakhir.
Kiper Argentina, Emi Martinez, tampil heroik dengan melakukan 11 penyelamatan penting.
Sayang, performa apiknya gagal membawa Argentina menyamai rekor Brasil (1958 & 1962) sebagai tim yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia berturut-turut.
Momen Krusial di Babak Perpanjangan Waktu
Kebuntuan yang sempat terasa sangat frustrasi selama 105 menit pertama mendadak sirna hanya 37 detik setelah babak kedua perpanjangan waktu dimulai.
Pedro Porro melepaskan umpan silang melengkung dari sisi kiri ke tiang jauh. Nico Williams memenangi duel udara dan menyundul bola ke ruang kosong, yang langsung disambar oleh Ferran Torres lewat tendangan half-volley keras tanpa mampu dihalau oleh Martinez.







