AMBON, JENDELAMALUKU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mendorong penguatan sistem pengawasan terpadu di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) sebagai langkah pencegahan terhadap maraknya percobaan bunuh diri di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kota Ambon, Ronald Lekransy mengatakan, pemerintah daerah terus membangun koordinasi lintas sektor agar pengawasan di kawasan JMP dapat berjalan lebih optimal dan responsif.
“Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Ambon dalam berbagai pertemuan terkait pengawasan di kawasan JMP,” kata Lekransy dikutip dari laman resmi ambon.go.id, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, salah satu upaya yang tengah didorong ialah optimalisasi kamera pengawas atau CCTV di sepanjang kawasan JMP yang terintegrasi dengan pusat pemantauan pemerintah daerah.
Sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi dan penanganan situasi darurat.
Lekransy menjelaskan, CCTV yang akan dikembangkan diupayakan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) sehingga dapat mendeteksi gerakan maupun perilaku mencurigakan secara otomatis.
“Misalnya, ketika ada seseorang yang berdiri terlalu lama di tepi jembatan atau menunjukkan tindakan berisiko, sistem dapat langsung memberikan peringatan kepada petugas,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkot Ambon juga terus berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk memperoleh akses pemantauan terhadap perangkat CCTV yang telah terpasang di kawasan JMP, mengingat jembatan tersebut berada di bawah kewenangan BPJN.
Menurut Lekransy, akses tersebut penting agar pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dapat melakukan pengawasan secara terpadu dan real time.
Selain penguatan teknologi, Pemkot Ambon juga mengapresiasi respons cepat aparat TNI, Polri, dan masyarakat yang beberapa kali berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri di kawasan JMP.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan warga dengan kondisi emosional tidak stabil atau menunjukkan perilaku mencurigakan di sekitar jembatan.
Lebih lanjut, Lekransy menegaskan bahwa persoalan bunuh diri tidak dapat ditangani hanya melalui pendekatan keamanan fisik, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sosial.
“Keluarga perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga yang mengalami tekanan mental maupun persoalan sosial. Peran tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat juga penting untuk membangun kepedulian sosial,” katanya.(*)







