Menghadapi tantangan yang semakin kompleks menuju Indonesia Emas, prajurit dan ASN TNI juga diminta mengimplementasikan nilai-nilai TNI PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Panglima TNI turut mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
Sementara itu, Pangdam XV/Pattimura mengatakan pelaksanaan upacara di Negeri Aboru memiliki makna tersendiri.
Menurutnya, peringatan HUT ke-81 RI tahun ini sengaja dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kota Ambon dan Negeri Aboru, sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat di wilayah pelosok.
“Semua ini dilakukan karena kecintaan kita kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa keadilan dan perhatian tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga hadir hingga ke pelosok,” ujarnya.
Pangdam berharap kehadiran jajaran TNI bersama Forkopimda dalam rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Aboru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Negeri Aboru yang dinilai telah menunjukkan semangat, kerja sama, dan antusiasme dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan.
“Solidaritas dan sinergi harus terus kita jaga. NKRI harga mati. Tidak ada ruang, waktu, dan tempat bagi oknum atau kelompok yang ingin memecah belah persatuan,” tegasnya.
Setelah upacara, perayaan kemerdekaan dilanjutkan dengan Pesta Rakyat bersama masyarakat. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari penampilan Tari Pancasila oleh SD Negeri 290 Maluku Tengah, makan bersama, pembagian sembako, pengobatan massal, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan Forkopimda Maluku dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana kemerdekaan sekaligus memperkuat kedekatan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat di Negeri Aboru.







