LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Lebih dari satu tahun setelah ambruk, Jembatan Rumadian–Dian di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, hingga kini belum juga diperbaiki.
Kondisi tersebut memaksa masyarakat membangun jembatan kayu secara swadaya agar aktivitas antarwilayah tetap berjalan.
Jembatan yang menghubungkan puluhan desa di beberapa kecamatan itu ambruk pada 11 Maret 2025.
Hingga kini, bentangan rangka utama sepanjang sekitar 20 meter masih berada di lokasi dalam kondisi terendam air laut.
Akibat terlalu lama dibiarkan, rangka jembatan dilaporkan mulai mengalami kerusakan dan korosi.
Sejumlah material jembatan yang sebelumnya diletakkan di sekitar lokasi juga disebut sudah tidak lagi berada di tempat.
Salah seorang warga, Owen mengatakan, hingga kini belum terlihat adanya aktivitas perbaikan dari Pemerintah Provinsi Maluku.
“Tidak ada gerakan apa pun dari pihak Pemprov Maluku. Rangka jembatan juga sudah mulai berkarat, rusak, dan lapuk,” kata Owen, Rabu (12/8/2026).
Ia menjelaskan, rangka jembatan tersebut merupakan konstruksi bekas Jembatan Watdek yang sebelumnya digunakan sebagai penghubung Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Menurutnya, usia rangka itu diperkirakan telah mencapai sekitar 41 tahun.
Karena belum ada kepastian pembangunan kembali jembatan utama, warga memilih bergotong royong membangun jembatan kayu alternatif agar mobilitas masyarakat tidak terputus.
“Kami mau mengeluh juga tidak ada yang mendengarkan. Jadi solusinya bangun jembatan alternatif supaya masyarakat terbantu daripada menunggu janji yang tidak pernah terealisasi,” ujarnya.
Selain itu, beredar informasi di kalangan masyarakat bahwa sebagian material rangka jembatan yang sebelumnya disimpan di sekitar lokasi diduga telah berpindah tangan. Namun, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
Sebagai informasi, Jembatan Rumadian–Dian ambruk pada Selasa pagi, 11 Maret 2025.
Saat kejadian, sebuah angkutan umum jenis minibus yang membawa 10 penumpang sempat terjatuh ke laut. Beruntung, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.(*)







