MalukuMaluku Tenggara

Jelang HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera Musiman Mulai Padati Ruas Jalan di Maluku Tenggara

×

Jelang HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera Musiman Mulai Padati Ruas Jalan di Maluku Tenggara

Sebarkan artikel ini

HUT RI ke 81

28/7/2026 - Maluku Tenggara
Pedagang musiman menjajakan bendera Merah Putih, umbul-umbul, dan berbagai atribut HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Ohoijang, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (28/7/2026).

LANGGUR, JENDELAMALUKU.COM – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pedagang musiman bendera Merah Putih mulai memadati sejumlah ruas jalan di Kabupaten Maluku Tenggara.

Kehadiran mereka menjadi penanda meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang perayaan 17 Agustus.

Lapak-lapak dadakan yang menjual bendera, umbul-umbul, dan berbagai ornamen bernuansa merah putih terlihat di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Ohoijang hingga Watdek yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Mayoritas pedagang diketahui berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Setiap tahun mereka datang ke Maluku Tenggara untuk memanfaatkan momentum peringatan Hari Kemerdekaan karena dinilai memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan.

Baja Juga :  PT Dafin Mutiara Dukung Program Nasional, Salurkan Makanan Bergizi Gratis bagi Anak Pesisir di Malra

Salah seorang pedagang, Alo (47), yang membuka lapak di samping Lapas Kelas IIB Tual, Ohoijang, mengatakan dirinya telah berjualan sejak 22 Juli 2026.

“Sudah sekitar satu minggu berjualan di sini. Sampai hari ini penjualan masih sepi, belum terlalu banyak masyarakat yang membeli ornamen khas 17 Agustus,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, ia optimistis penjualan akan meningkat mendekati hari peringatan kemerdekaan. Menurutnya, permintaan biasanya mulai ramai sekitar sepekan sebelum 17 Agustus, terutama dari instansi pemerintah.

“Biasanya lebih banyak pesanan dari instansi pemerintahan. Kalau dari kantor swasta tidak terlalu banyak,” katanya.

Alo menjual bendera Merah Putih dengan harga mulai Rp35.000 hingga Rp100.000, tergantung ukuran.

Baja Juga :  DESA Lebetawi di Maluku ditetapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih, 17 Item Pembangunan Infrastruktur Akan digenjot

Sementara umbul-umbul dipasarkan dengan harga Rp70.000 hingga Rp80.000 per buah.

Ia mengaku setiap menjelang Hari Kemerdekaan memilih beralih profesi sementara untuk berjualan atribut 17 Agustus karena dinilai mampu memberikan tambahan penghasilan.

“Omzet penjualannya cukup baik, jadi sementara banting setir dulu dari berjualan bubu,” tuturnya sambil tersenyum.

Para pedagang berharap penjualan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring semakin dekatnya peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan meningkatnya kebutuhan masyarakat maupun instansi untuk memasang atribut merah putih.(*)

Baca artikel menarik lainnya dari JENDELAMALUKU.COM Di CHANNEL TELEGRAM